Pemprov DKI Kerahkan 1.200 Pompa atasi Banjir, Pramono: Tetap Waspada dan Ikuti Informasi Resmi soal Cuaca

Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Pemprov DKI Jakarta.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani genangan dan banjir setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026 hingga Minggu, 8 Maret 2026.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengerahkan ribuan petugas ke lapangan serta mengoperasikan pompa air untuk mempercepat surutnya genangan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB pada Minggu, 8 Maret 2026, banjir tercatat merendam 147 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 19 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta.

Baca Juga:Meriahnya Festival Nyepi di Bundaran HI, Warga: Sekarang Bisa Melihat Langsung di JakartaBuka Festival Bedug DKI Jakarta 2026, Gubernur Pramono: Ini Ruang Ekspresi Budaya

Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 20 sentimeter hingga 1,7 meter di beberapa titik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, curah hujan di Jakarta dan sekitarnya tergolong sangat tinggi.

Dalam satu hari, intensitas hujan tercatat mencapai 264 milimeter, jauh di atas rata-rata curah hujan harian.

“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Gubernur Pramono di Jakarta, pada Minggu, 8 Maret 2026.

Data BMKG mencatat curah hujan ekstrem terjadi di dua wilayah ini Sunter Hulu (Cilangkap, Jaktim) dan di kawasan Pompa Arcadia (Kalibata, Jaksel).

Sejak Sabtu malam, Pemprov DKI langsung mengoordinasikan langkah penanganan bersama jajaran terkait, terutama Dinas SDA.

Pompa air di sejumlah titik rawan genangan segera dioperasikan untuk mempercepat penyedotan air.

Baca Juga:Ini Jadwal Main Indonesia di FIFA Series 2026 di GBK Jakarta: Tanggal dan Jam LengkapSidak Pasar Minggu Jakarta, Kementan Tegaskan Harga Ayam Selama Ramadan Masih Terkendali

“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” ungkap Gubernur Pramono.

Untuk mempercepat penanganan, Pemprov DKI mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir yang terdiri dari 668 unit pompa stasioner di 243 lokasi dan 536 unit pompa mobile yang ditempatkan di berbagai lokasi rawan banjir.

Penyedotan air terus dilakukan, antara lain di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta sejumlah ruas jalan utama lainnya.

Selain tingginya curah hujan di Jakarta, Gubernur Pramono juga mengingatkan potensi tambahan debit air dari wilayah hulu dan daerah penyangga seperti Bogor dan Tangerang yang turut diguyur hujan deras.

Berdasarkan data dari pemantauan tinggi muka air (TMA) di sejumlah sungai yang mengalir di Jakarta menunjukkan adanya kenaikan sejak Sabtu sore, 7 Maret 2026 hingga Minggu dini hari, 8 Maret 2026.

0 Komentar