Tak hanya itu, ia juga berulang kali menyampaikan permohonan maaf atas antrean yang terjadi akibat tingginya antusiasme masyarakat. “Maaf kalau sedikit antre,” ucapnya sambil menyapa warga satu per satu.
Menurut Seskab, tingginya antusiasme masyarakat menjadi hal yang sangat positif, meskipun berdampak pada antrean di sejumlah titik. Namun demikian, hal tersebut telah diantisipasi dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, sehingga memang terjadi antrean. Tapi masyarakat juga menikmati suasananya, ada hiburan, makanan, dan kebersamaan,” ungkapnya.
Baca Juga:Ada Rapat Penting di Hambalang! Seskab Teddy Ungkap Fokus Arahan Presiden PrabowoKejutan Prabowo Sabtu Ini di Monas: Makan Gratis, Kupon Rp500 Ribu, hingga Motor Listrik Dibagikan!
Lebih lanjut, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan melibatkan ratusan hingga ribuan pedagang UMKM dari berbagai wilayah, sehingga membantu perputaran ekonomi di momen pascalebaran.
Acara ‘Istana untuk Rakyat’ ini merupakan kolaborasi antara Sekretariat Kabinet, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan Sekretariat Presiden.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti dampak ekonomi nyata dari kegiatan ini.
Ia menyebut bazar tersebut berhasil membantu pelaku usaha menghabiskan stok lama sekaligus memutar kembali roda produksi.
Tak hanya dari Jakarta, pelaku usaha dari daerah seperti Bandung juga ikut merasakan manfaatnya, termasuk para pengrajin sepatu yang mendapatkan peluang meningkatkan penjualan.
Momentum ini menunjukkan bahwa dengan konsep yang tepat, kegiatan rakyat bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi secara langsung.
Bazar Monas pun menjadi bukti bahwa kebahagiaan masyarakat dan pertumbuhan UMKM bisa berjalan seiring. (*)
