JAKARTA, Berita86.com- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Sekretariat Presiden (Setpres) memastikan bahwa seluruh kebutuhan sapi kurban dalam program bantuan Presiden tahun 2026 akan dipenuhi dari peternak dalam negeri.
Langkah ini sekaligus menjadi angin segar bagi pelaku usaha peternakan karena membuka akses pasar yang lebih luas dan pasti.
Program bantuan sapi kurban ini kini memasuki tahun kedua dengan cakupan yang semakin besar.
Baca Juga:Guncang Asia! Prabowo Bawa Pulang Komitmen Rp575 Triliun, Sinyal Kuat Ekonomi RI MelonjakGaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga Jagung
Jika sebelumnya distribusi hanya menjangkau tingkat provinsi, kini telah diperluas hingga kabupaten dan kota.
Perluasan ini berdampak signifikan terhadap meningkatnya penyerapan sapi dari peternak lokal di berbagai daerah.
Dalam rilis resmi pada Kamis, 2 April 2026, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial menjelang Idul Adha, tetapi juga menjadi strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak.
Pemerintah memastikan seluruh hewan kurban berasal dari dalam negeri, memenuhi standar kesehatan, sesuai syariat, serta lolos proses seleksi yang ketat.
Selain itu, setiap tahapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendataan ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian rekomendasi teknis sebelum disalurkan.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas sapi yang diberikan kepada masyarakat.
Dari sisi ketersediaan, stok sapi nasional untuk tahun 2026 disebut sangat mencukupi.
Baca Juga:Bawa Salam Presiden Prabowo, Gus Ipul Sowan ke Kiai: Minta Doa Program Sekolah Rakyat Tepat SasaranBahlil Beberkan Hasil Rapat dengan Prabowo, 13 Proyek Hilirisasi Rp239 Triliun Siap Dieksekusi
Jumlahnya bahkan mencapai lebih dari 859 ribu ekor yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Angka ini menjadi bukti kesiapan peternak dalam memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha.
Program ini juga memberikan keuntungan tambahan bagi peternak.
Tidak hanya dari sisi harga jual yang lebih baik, tetapi juga kebanggaan tersendiri karena ternaknya dipilih sebagai hewan kurban Presiden di daerahnya.
Di sisi lain, pihak Sekretariat Presiden menegaskan bahwa program bantuan sapi kurban telah berjalan rutin sejak 2019 dan terus diperkuat setiap tahunnya.
Koordinasi yang solid antara instansi terkait dinilai menjadi kunci utama agar pelaksanaan berjalan lancar, termasuk dalam hal administrasi dan pengawasan kualitas hewan.
Dengan dukungan stok yang melimpah dan sistem yang semakin matang, pemerintah optimistis pelaksanaan Idul Adha 2026 akan berjalan lancar sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dari sektor protein hewani. (*)
