Jakarta, Berita86.com- Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) sepakat mempercepat siklus pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) penerima bantuan sosial (bansos) reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako guna memastikan penyaluran lebih tepat waktu dan tepat sasaran.
“Biasanya data (DTSEN) itu kita terima pada tanggal 20 di setiap triwulan I, triwulan II, dan triwulan III. Tapi alhamdulillah ini kita majukan untuk kita terima tanggal 10, nanti 10 April dan seterusnya,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam keterangan pers resmi di Jakarta, Rabu malam, 1 April 2026.
“Jadi setiap tanggal 10 nanti kami terima dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya,” sambung menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu.
Baca Juga:Bansos Ditentukan Siapa? Gus Ipul Bongkar Fakta Mengejutkan: Bukan Kades, Bukan Mensos, Semua di Tangan BPSSosialisasi DTSEN di Karawang, Mensos dan Mendes PDT Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Transparan
Dengan diperolehnya hasil pemutakhiran DTSEN lebih awal, Kemensos menargetkan penyaluran bansos kepada penerima manfaat terus meningkat.
“Dengan waktu yang lebih banyak untuk penyaluran, kita harapkan ya prosentase penyalurannya terus meningkat,” kata Gus Ipul.
Ia juga melaporkan, pada triwulan I 2026, penyaluran PKH dan Program Sembako telah mencapai lebih dari 96 persen.
“Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman karena memang memerlukan perjuangan ya untuk bisa menyalurkan dengan baik,” terangnya.
Gus Ipul menjelaskan bahwa penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur, yakni perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Untuk triwulan kedua, Gus Ipul memastikan kualitas DTSEN semakin solid. Kemensos menargetkan penyaluran bansos periode April, Mei, dan Juni dapat dilakukan tepat waktu dan diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.
Ia juga mengingatkan penerima manfaat bansos agar menggunakan bantuan secara bijak sesuai peruntukannya.
Baca Juga:Gus Ipul Murka! 2.708 Pegawai Kemensos Absen tanpa Keterangan, Satu ASN Langsung DipecatData PBI JKN Diperbarui, Mensos: 869 Ribu Peserta Kembali Aktif dari 11 Juta yang Dinonaktifkan
Selain itu, ia juga mendorong partisipasi dalam program pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat dapat lebih mandiri.
“Kami mengajak secara bertahap mari kita juga ikut dalam program pemberdayaan sosial sehingga keluarga-keluarga penerima manfaat ke depan akan lebih mandiri sebagaimana harapan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Gus Ipul.
