BOGOR, Berita86.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun 2026 kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa, 6 Januari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ajang evaluasi menyeluruh atas kinerja pemerintah sekaligus penajaman arah kebijakan dan langkah strategis ke depan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam taklimat itu, Presiden menekankan pentingnya evaluasi kinerja yang objektif dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:Prabowo: Tahun 2026 Pemerintah akan Beli 200 Helikopter untuk Perkuat Kesiapsiagaan NasionalPresiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir Bersama Rakyat saat Bencana Melanda
Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk memastikan setiap kebijakan dan program berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintahan atas kerja keras, inisiatif, dan keberanian dalam mengambil keputusan selama satu tahun terakhir.
Menurut Presiden, langkah-langkah yang diambil pemerintah harus terus didorong dengan semangat pengabdian dan keberpihakan kepada kepentingan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan capaian strategis pemerintah di sektor pangan.
Kepala Negara menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
Saat ini, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Perum Bulog tercatat mencapai lebih dari 3 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan, bersama dengan kemandirian energi, merupakan fondasi utama bagi kemakmuran dan kedaulatan bangsa.
Baca Juga:Presiden Prabowo Bahas Kampung Haji hingga Pasokan Energi dalam Pertemuan di HambalangKawal Arahan Presiden Prabowo, Wapres Gibran ke Lokasi Terdampak Banjir di Agam, Sumbar
Ya, Presiden Prabowo turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal yang ditetapkan selama empat tahun.
Presiden juga menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” terang Presiden.
Selain sektor pangan, Presiden juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun.
Program tersebut dinilai menunjukkan hasil positif dengan telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
