Jakarta, Berita86.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak ke Inggris dan Swiss pada Minggu siang, 18 Januari 2026, dalam rangka menghadiri sejumlah pertemuan penting tingkat internasional.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi global serta memperluas kerja sama strategis di berbagai bidang.
Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo sempat mengadakan pertemuan singkat dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Baca Juga:Ini Kronologi Lengkap Hilangnya Anggota Brimob Polda Aceh sampai Terkuak Jadi Tentara RusiaUpdate Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 1.198 Jiwa, BNPB Percepat Pemulihan
Pertemuan tersebut membahas laporan perkembangan informasi terkini serta sejumlah agenda strategis yang akan dibawa Presiden dalam lawatan ke luar negeri.
Usai pertemuan tersebut, Presiden Prabowo beserta rombongan lepas landas menuju London, Inggris.
Di ibu kota Inggris itu, Presiden dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Pertemuan bilateral tersebut akan difokuskan pada pembahasan penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris, khususnya di bidang ekonomi dan maritim.
Kedua pemimpin negara juga diharapkan membahas peluang peningkatan investasi, perdagangan, serta kolaborasi dalam pengembangan sektor kelautan dan perkapalan.
Selain agenda dengan Perdana Menteri Inggris, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Raja Charles III.
Salah satu topik utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut adalah isu pelestarian alam dan lingkungan hidup.
Baca Juga:Hehanussa Bersaudara Pindah dari Persib ke Persik: Peminjaman Bersifat SementaraPresiden Prabowo Beri Taklimat Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi, Tekankan Peran Strategis Akademisi
Secara khusus, Presiden akan berdiskusi mengenai upaya konservasi gajah, bersama sejumlah tokoh filantropi dunia yang memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Setelah menyelesaikan agenda di Inggris, Presiden Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss.
Di sana, Kepala Negara dijadwalkan menyampaikan pidato kunci (keynote speech) pada ajang World Economic Forum (WEF) 2026.
Forum ekonomi global bergengsi tersebut rencananya akan dihadiri oleh 61 kepala negara dan kepala pemerintahan, serta lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari berbagai negara, kalangan pengusaha, akademisi, dan pemimpin organisasi internasional.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO perusahaan terkemuka mancanegara.
Dialog ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama investasi, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai ekonomi global, serta memperkenalkan visi pembangunan nasional Indonesia di tengah dinamika perekonomian dunia.
