JAKARTA, Berita86.com– Prabowo Subianto memanggil Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 2 Maret 2026.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga serta ketersediaan pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Seusai pertemuan, Zulkifli menyampaikan bahwa Presiden memberikan arahan tegas agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga:Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Surplus dan Harga Tetap StabilPresiden Prabowo Pulang, Tegaskan Komitmen Perdamaian Gaza dan Kerja Sama Ekonomi Global
Ia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar.
Selain itu, Zulhas juga mendapat tugas untuk turun langsung memantau sejumlah program prioritas pemerintah.
Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih agar dapat berjalan secara maksimal.
Pemerintah juga memastikan bahwa ketersediaan pangan tetap terjaga, sekaligus memperhatikan pengelolaan sampah agar berjalan optimal di berbagai daerah.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa berdasarkan Neraca Pangan serta proyeksi produksi hingga April 2026, sebagian besar komoditas strategis berada dalam posisi surplus.
Rilis resmi Kementerian Pertanian yang dipublikasikan pada Senin, 2 Maret 2026, menyebutkan bahwa sejumlah komoditas utama bahkan mencatatkan kelebihan pasokan yang signifikan.
Stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton dan diperkirakan terus meningkat seiring panen raya, dengan tren produksi naik sekitar 15 persen hingga Maret.
Baca Juga:Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global, Investasi Serap 2,7 Juta Tenaga KerjaPresiden Prabowo Hadiri Pertemuan Langka 7 Pemimpin Emirat, Seskab Teddy: Komitmen Jangka Panjang
Jika tren ini berlanjut, stok beras berpotensi menembus 6 juta ton dalam waktu dekat, bahkan berpeluang mencapai surplus hingga 9 juta ton hingga akhir tahun.
Selain beras, komoditas lain juga menunjukkan kondisi yang positif. Jagung tercatat memiliki ketersediaan 10,751 juta ton dengan kebutuhan 5,899 juta ton, sehingga menghasilkan surplus 4,852 juta ton. Gula konsumsi surplus 595 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan cabai rawit 105 ribu ton.
Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan menjelang Lebaran.
Pasokan beras, jagung, dan gula disebut berada dalam kondisi mencukupi dan mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.
Tak hanya itu, beberapa komoditas bahkan sudah berada pada level surplus yang memungkinkan untuk ekspor.
Minyak goreng tercatat surplus 3,556 juta ton, daging ayam 728 ribu ton, telur ayam 349 ribu ton, serta bawang merah 57 ribu ton.
