Stok nasional cabai besar dan cabai rawit masing-masing sampai akhir Maret 2026 masih akan ada 73,38 ribu ton dan 152,7 ribu ton. Untuk daging sapi/kerbau 176,78 ribu ton.
Lalu surplus daging ayam dan telur ayam ras masing-masing 586,2 ribu ton dan 267,25 ribu ton. Gula konsumsi di 768,77 ribu ton. Terakhir minyak goreng diperkirakan masih ada hingga 3,56 juta ton.
Amran turut pula mencontohkan pada bawang merah. Komoditas tersebut dinilainya telah lebih dari mencukupi untuk kebutuhan konsumsi nasional.
Baca Juga:Dua Bulan Pascabencana, 5.500 Rumah dan 98 Jembatan Rampung, Presiden Prabowo Minta Update Berkala ke PublikJelang Ramadan 2026, Mentan Amran Warning Rumah Potong Hewan: Dilarang Naikkan Harga Daging
“Jadi telah mengalami surplus yang bersumber dari produksi dalam negeri, sehingga mampu menorehkan realisasi ekspor ke negara sahabat,” katanya.
“Aman bawang merah. Bawang merah kan kita swasembada. Bahkan kita ekspor. Kalau tidak salah, tahun 2025 ekspor kurang lebih seribu ton. Jadi bawang merah kita sudah swasembada,” ungkap Amran Sulaiman.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 update Februari 2026, sepanjang tahun 2025, bawang merah telah mencatatkan ekspor sebanyak 1.560 ton.
Produksi bawang setahun saat itu berada di angka 1,43 juta ton dengan kebutuhan konsumsi nasional setahun 1,23 juta ton.
Guna mengantisipasi fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi saat musim permintaan masyarakat meningkat, Amran Sulaiman menitikberatkan pada penegakan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
“Ini persoalan rantai pasoknya. Kita benahi. Jadi ada HET, ada HPP, ada HAP. HET-nya kita tekankan, khususnya yang strategis, misalnya beras. Yang paling strategis beras kan, (lalu) minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur. Ini yang kita harus jaga betul,” ucap Amran.
Pentingnya penegakan kepatuhan pelaku usaha tersebut juga akan tetap diiringi program intervensi pangan yang menjadi andalan pemerintah.
Baca Juga:Info Program Tiket Mudik Gratis 2026, Simak Penjelasan Lengkap Menteri PerhubunganSidak 6 TPH Ciputat Jelang Ramadan 2026, Bapanas dan Kementan Pastikan Harga Karkas Sesuai Kesepakatan
Misalnya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), dan juga ada bantuan pangan beras dan minyak goreng yang menyasar lebih dari 33 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seluruh Indonesia.
Seperti diketahui, perintah Presiden Prabowo Subianto agar jajarannya dapat memastikan harga dan ketersediaan pangan pokok strategis menjelang Ramadan, diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
