Jakarta, Berita86.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 21–22 Februari 2026.
Dalam rilis resmi BNPB, dikutip pada Senin, 23 Februari 2026, bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir, tercatat mendominasi sejumlah wilayah di Indonesia.
Di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, banjir akibat hujan berintensitas tinggi melanda Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.
Baca Juga:BNPB Catat 28 Kejadian Bencana dalam 24 Jam, Banjir dan Longsor Dominasi Pulau JawaDua Bulan Pascabencana, 5.500 Rumah dan 98 Jembatan Rampung, Presiden Prabowo Minta Update Berkala ke Publik
Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) terdampak, namun air dilaporkan surut sehari setelah kejadian.
Masih di NTB, banjir bandang menerjang Desa Muer dan Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (21/2/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari.
Tercatat 106 unit rumah terdampak dan sebanyak 293 warga terdampak dalam peristiwa ini.
Pada hari yang sama, banjir juga melanda Kabupaten Bima akibat hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Tiga desa terdampak, yakni Desa Lere (Kecamatan Parado) serta Desa Kore dan Desa Sandue (Kecamatan Sanggar). Sebanyak 37 KK atau 119 jiwa terdampak, dengan satu kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Sementara itu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Desa Segorogunung dan Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso pada Sabtu (21/2/2026).
Dua warga mengalami luka akibat benturan dan shock, dan telah dirujuk ke fasilitas kesehatan. Kerugian material meliputi tiga unit rumah serta satu kandang ternak.
Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, banjir melanda Desa Blimbing, Kecamatan Pakuniran pada Jumat malam, 20 Februari 2026.
Baca Juga:Dibongkar Polda Kalsel, Sindikat STNK-BPKB Palsu Lintas Provinsi Raup Ratusan Juta per BulanSidak di Depok pada Hari Keempat Puasa, Kementan: Harga Ayam dan Daging Tetap Stabil
Peristiwa ini menyebabkan jembatan penghubung utama antara Desa Blimbing dan Desa Kalidandan putus total, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Sebanyak 100 KK terdampak, dan BPBD setempat telah melakukan asesmen serta penanganan darurat.
Selain banjir, wilayah Probolinggo juga dilanda angin kencang pada hari yang sama. Lima kecamatan terdampak, yakni Gading, Sumberasih, Tiris, Krucil, dan Besuk.
Sebanyak 18 KK terdampak, dengan total sembilan rumah mengalami kerusakan, terdiri dari empat rumah rusak ringan dan lima rusak sedang.
Adapun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di NTB pada dasarian ketiga Februari 2026 berada pada kategori menengah hingga tinggi.
