Update Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 1.198 Jiwa, BNPB Percepat Pemulihan

Hunian sementara
Pembangunan hunian sementara untuk korban bencana hidrometeorologi di Aceh Utara. Foto: BNPB.
0 Komentar

Selain itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 10.273 unit, dengan 648 unit di antaranya telah memasuki tahap konstruksi.

Skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan guna mendukung masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap.

Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH tercatat mencapai 15.346 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.717 rekening penerima telah siap, dengan penyaluran yang terus meningkat.

Baca Juga:Mendagri Apresiasi KKP Kirim 1.142 Taruna Bantu Penanganan Bencana di SumateraPolres Aceh Tengah Bersama TNI dan Warga Gencarkan Gotong Royong Pascabencana

Tercatat penambahan 153 penerima pada periode terakhir, sehingga total penerima DTH yang telah menerima bantuan mencapai 2.695 kepala keluarga.

Sebagai bagian dari upaya percepatan tanggap darurat, pemulihan, dan mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hingga 14 Januari 2026, OMC di Provinsi Aceh telah dilaksanakan sebanyak 449 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 431.600 kilogram.

Di Provinsi Sumatera Utara, OMC dilakukan sebanyak 368 sorti dengan total bahan semai sekitar 322.000 kilogram, sementara di Sumatera Barat tercatat 384 sorti dengan total bahan semai 381.325 kilogram.

Operasi tersebut ditujukan untuk mengendalikan intensitas curah hujan serta mengurangi potensi bencana susulan di wilayah rawan.

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

BNPB dalam rilisnya mengatakan bahwa melalui sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana ke depan. (*)

0 Komentar