BNPB Pantau Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026

Banjir
BNPB mencatat banjir dan longsor mendominasi awal Februari 2026. Foto: BNPB.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pemantauan terhadap berbagai kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga 2 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, bencana yang terjadi didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Salah satu kejadian bencana terbaru adalah banjir yang melanda Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga:Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Nasional, BNPB Imbau Kewaspadaan TinggiTim DVI Identifikasi 57 Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian Enam Orang Hilang Terus Diperluas

Banjir disebabkan sistem drainase yang tidak mampu menampung tingginya curah hujan, sehingga air menggenangi permukiman warga.

Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) atau 136 jiwa di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, terdampak.

BPBD setempat telah melakukan evakuasi, pendataan, kaji cepat, serta pemantauan, dan banjir dilaporkan telah surut.

Di Provinsi Jawa Barat, tanah longsor terjadi di Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Minggu (1/2/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia setelah satu unit rumah kontrakan tertimpa material longsor. Selain satu rumah rusak berat, tujuh rumah lainnya terancam karena berada di kawasan rawan longsor.

BPBD Kabupaten Bandung bersama tim gabungan telah melakukan asesmen dan pembersihan material longsor.

Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/1/2026), akibat hujan berintensitas sedang disertai angin kencang.

Baca Juga:Tinjau Banjir Bandang dan Longsor Bandung Barat, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Cepat dan TerpaduKemenkes Kerahkan Lagi 396 TCK ke Aceh, Langsung Disebar ke-8 Kabupaten Terdampak Bencana

Tiga desa di tiga kecamatan terdampak, dengan total 15 KK mengalami kerugian materiil berupa satu rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan 13 rumah rusak ringan.

BPBD Kabupaten Semarang telah melakukan penanganan darurat, termasuk penanganan pohon tumbang dan distribusi bantuan logistik.

Masih di Jawa Tengah, banjir juga melanda Kabupaten Pemalang pada Sabtu (31/1/2026) malam akibat meluapnya Sungai Srenseng, Sungai Medana, dan saluran irigasi buangan.

Banjir berdampak pada lima desa dan dua kelurahan di Kecamatan Pemalang, dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 130 sentimeter.

Sebanyak 5.047 KK atau 13.533 jiwa terdampak, serta 1.147 rumah terendam. Hingga Minggu (1/2), genangan air dilaporkan berangsur surut.

Di wilayah timur Indonesia, banjir terjadi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (31/1/2026) sore akibat hujan dengan intensitas tinggi.

0 Komentar