BNPB Pantau Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026

Banjir
BNPB mencatat banjir dan longsor mendominasi awal Februari 2026. Foto: BNPB.
0 Komentar

Banjir berdampak pada 100 KK atau 300 jiwa di Desa Gapit dan Desa Sepayung, Kecamatan Empang, serta menyebabkan 15 rumah rusak ringan.

BPBD Kabupaten Sumbawa masih menyiagakan personel untuk memantau situasi, meskipun sebagian wilayah telah kondusif.

Selain bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu (1/2/2026).

Baca Juga:Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Nasional, BNPB Imbau Kewaspadaan TinggiTim DVI Identifikasi 57 Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian Enam Orang Hilang Terus Diperluas

Karhutla melanda Desa Bambalemo serta Desa Baliara Dusun I dan II, dengan luas lahan terdampak sekitar dua hektare.

Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan tidak ada korban jiwa. Wilayah ini juga mengalami kekeringan di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, yang berdampak pada 270 KK.

BNPB juga mencatat perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Di Karawang, banjir masih merendam 15 desa dan kelurahan di tujuh kecamatan, dengan 3.322 rumah terdampak dan 3.368 jiwa mengungsi.

Sementara di Kabupaten Bekasi, banjir melanda 45 desa di 14 kecamatan, dengan total warga terdampak mencapai 51.796 KK.

Terdapat dua korban jiwa meninggal dunia, serta delapan titik longsor di beberapa kecamatan.

BNPB telah melakukan pendampingan penanganan banjir di Kabupaten Bekasi sejak pertengahan Januari 2026, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca, koordinasi lintas kementerian, dan distribusi bantuan logistik.

Baca Juga:Tinjau Banjir Bandang dan Longsor Bandung Barat, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Cepat dan TerpaduKemenkes Kerahkan Lagi 396 TCK ke Aceh, Langsung Disebar ke-8 Kabupaten Terdampak Bencana

Adapun di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak 7 Januari 2026 berdampak pada tujuh kecamatan dan 33 desa.

Penanganan masih terus dilakukan, dengan fokus pada pembersihan material, pemulihan akses transportasi, serta distribusi bantuan bagi warga terdampak.

Merespons rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyiapkan kebutuhan darurat.

Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat sistem peringatan dini, kesiapsiagaan infrastruktur, dan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. (*)

0 Komentar