Tarakan, Berita86.com- Upaya penyelundupan narkotika kembali berhasil digagalkan aparat gabungan di wilayah perbatasan.
Petugas Bea Cukai Tarakan bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Tarakan sukses menghentikan peredaran sabu seberat 785,71 gram yang diduga berasal dari luar negeri.
Keterangan resmi Bea Cukai yang dirilis pada 1 April 2026, disebutkan bahwa pengungkapan ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap sebuah koper tanpa pemilik di Pelabuhan Malundung pada Jumat, 13 Maret 2026.
Baca Juga:Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah ke Malaysia, Bea Cukai dan Polri Amankan Kapal di Perairan KepriTNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Branded dari Malaysia di Nunukan
Koper tersebut diketahui tiba dari Tawau, Malaysia, menggunakan kapal cepat Kaltara Express.
Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan satu paket plastik berisi kristal putih yang mencurigakan.
Setelah diuji menggunakan alat deteksi narkotika, barang tersebut dipastikan merupakan metamfetamina atau sabu.
Temuan ini kemudian dikembangkan melalui penyelidikan intensif oleh tim gabungan.
Hasilnya, seorang pria berinisial AG (56) berhasil diamankan di sebuah hotel di Tarakan pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Kepala Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo, menegaskan bahwa penggagalan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam menjaga wilayah perbatasan dari ancaman narkotika.
Menurutnya, sinergi antara Bea Cukai dan kepolisian menjadi faktor penting dalam mendeteksi serta menindak jaringan penyelundupan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menghentikan peredaran barang ilegal, tetapi juga menyelamatkan ribuan generasi muda dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga:Di Sumut: Bea Cukai dan Karantina Gagalkan Penyelundupan Ribuan Lembar Kulit Biawak Tujuan MalaysiaBea Cukai, BNN, dan Avsec Gagalkan Penyelundupan Sabu di Bandara Tanjungpinang
Diperkirakan, hampir 4.000 jiwa dapat terhindar dari dampak buruk zat berbahaya tersebut.
Peredaran narkotika sendiri diketahui memiliki dampak luas, mulai dari merusak kesehatan individu hingga memicu berbagai tindak kriminal dan masalah sosial.
Karena itu, setiap langkah pencegahan dan penindakan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas masyarakat.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi kejahatan lintas negara yang semakin terorganisir.
Dengan pengawasan yang diperketat dan kerja sama yang solid, diharapkan upaya penyelundupan narkotika dapat terus ditekan. (*)
