Jatim Diserbu 505 Ribu Vaksin PMK! Peternak Bisa Bernapas Lega

Penyerahan
Sebanyak 505.000 dosis vaksin tahap kedua didistribusikan melalui Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya. Foto: Kementan.
0 Komentar

Surabaya, Berita86.com– Pemerintah kembali mempercepat langkah perlindungan terhadap peternak dengan menyalurkan ratusan ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke Jawa Timur.

Sebanyak 505.000 dosis vaksin tahap kedua resmi didistribusikan pada Rabu (1/4/2026) melalui Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ternak di salah satu wilayah sentra peternakan terbesar di Indonesia.

Baca Juga:PMK di Lampung Timur Terkendali! Fakta Sebenarnya Terungkap, Ribuan Vaksin Dikerahkan, Kasus Lama TerbongkarPemprov Jatim dan Kementan Percepat Vaksinasi PMK, Amankan Lumbung Ternak Nasional

Ketersediaan vaksin dinilai sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus melindungi sumber penghasilan peternak.

Kepala Pusvetma, Edy Budi Susila, menegaskan bahwa pengendalian PMK harus dilakukan secara cepat dan tepat agar hasilnya maksimal di lapangan.

Ia berharap distribusi vaksin ini mampu menekan angka kasus secara signifikan.

“Upaya vaksinasi ini diharapkan bisa mempercepat pengendalian PMK dan meningkatkan efektivitas penanganan di daerah,” jelasnya.

Dengan adanya vaksinasi massal, peternak diharapkan bisa merasakan dampak langsung, mulai dari menurunnya risiko kematian ternak hingga meningkatnya kesehatan hewan secara keseluruhan.

Hal ini juga berperan penting dalam menjaga stabilitas produksi daging dan susu.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan pasokan vaksin tetap aman dengan terus meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas distribusi ke berbagai daerah.

Baca Juga:Sapi Kurban Presiden Disiapkan, Peternak Lokal Panen Untung, Stok Nasional Tembus 859 Ribu EkorGaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga Jagung

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah pun diperkuat agar program pengendalian PMK berjalan berkelanjutan.

Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani menekankan bahwa vaksinasi merupakan kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit ini.

Ia memastikan stok vaksin dalam kondisi cukup dan siap disalurkan ke seluruh wilayah.

Program ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha peternak. Dengan risiko penyakit yang semakin terkendali, produktivitas ternak dapat dipertahankan dan potensi kerugian ekonomi bisa ditekan.

Pemerintah optimistis, dengan langkah ini, sektor peternakan nasional tetap kuat, peternak semakin terlindungi, dan pasokan pangan asal hewan untuk masyarakat tetap terjaga. (*)

0 Komentar