Jakarta, Berita86.com— Perang melawan narkotika kini memasuki babak baru di era digital.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat kerja sama untuk memburu jaringan narkoba yang kian masif memanfaatkan internet.
Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Kantor Komdigi, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga:Koneksi Narkoba dan Terorisme Jadi Ancaman Nyata, BNN-BNPT Bergerak CepatDi Depan DPR, Kepala BNN Ingatkan Dampak Besar Jika Aturan Ini Diubah
Keduanya sepakat meningkatkan pengawasan serta penanganan kejahatan narkotika yang kini banyak beroperasi di ruang siber.
Suyudi mengungkapkan, kelompok usia produktif menjadi target paling rentan karena tingginya aktivitas mereka di dunia digital.
Jaringan narkotika pun memanfaatkan berbagai platform, mulai dari media sosial, marketplace, hingga dark web untuk menjalankan aksinya secara tersembunyi.
Tak hanya itu, BNN juga menemukan adanya keterkaitan antara praktik perjudian online dan peredaran narkoba, terutama dalam skema pencucian uang. Hal ini membuat pengawasan lintas sektor menjadi semakin penting.
Untuk menekan peredaran tersebut, BNN mendorong percepatan pertukaran data dan pemblokiran akun maupun situs yang terindikasi terlibat dalam jaringan narkotika. Upaya ini dinilai krusial guna memutus rantai distribusi di dunia digital.
Di sisi lain, Komdigi menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah tersebut.
Sementara Menteri Meutya Hafid menegaskan komitmen kementeriannya dalam menangani konten ilegal, termasuk mempercepat pemutusan akses terhadap platform yang berkaitan dengan narkotika.
Selain penindakan, kedua lembaga juga sepakat memperkuat edukasi publik.
Baca Juga:BNN Gandeng Rusia, Strategi Baru Lawan Narkotika Internasional Mulai DiterapkanBNN Ungkap Clandestine Laboratory di Bali, Amankan Dua Orang WNA Rusia
Kampanye masif tentang bahaya narkoba akan digencarkan melalui berbagai kanal digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.
Ke depan, sinergi BNN dan Komdigi akan difokuskan pada penguatan pengawasan ruang siber, penanganan konten ilegal, serta peningkatan literasi digital masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman sekaligus menekan peredaran narkotika di Indonesia. (*)
