Jakarta, Berita86.com– Sebanyak enam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali dikerahkan untuk mempercepat distribusi bantuan ke sejumlah wilayah yang terdampak bencana.
Pesawat-pesawat tersebut diberangkatkan dari Jakarta pada Senin subuh (24/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Dari enam pesawat yang diterbangkan, tiga di antaranya membawa bantuan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara tiga pesawat lainnya dikerahkan ke sejumlah wilayah di Kalimantan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga:Rapat di Hambalang, Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla, TNI AU Kirim Tambahan Armada ke Kalimantan
Untuk wilayah NTT, pesawat TNI AU membawa sekitar 31 ton logistik siap makan.
Bantuan tersebut terdiri atas biskuit, wafer, protein bar, roti, berbagai kebutuhan pangan lainnya, hingga mainan bagi anak-anak terdampak bencana.
Tiga pesawat tersebut masing-masing diarahkan menuju Labuan Bajo dan Maumere untuk selanjutnya mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, tiga pesawat lainnya bertolak menuju Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin dengan membawa 500 unit mesin pompa air.
Mesin pompa tersebut merupakan bagian dari total 2.000 unit yang akan dikirim secara bertahap ke wilayah Kalimantan.
Pengiriman dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto serta permintaan dari sejumlah gubernur di Kalimantan.
Setiap mesin pompa dilengkapi selang atau pipa sepanjang sekitar satu kilometer.
Baca Juga:KRI dr. Soeharso Layani Korban Gempa NTT, 21 Pasien Sudah Mendapat PerawatanMentan Pastikan Stok Beras Aman untuk Korban Gempa NTT, Bantuan Disiapkan hingga Pemulihan
Peralatan tersebut dipersiapkan untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla, terutama di kawasan lahan gambut yang membutuhkan dukungan peralatan dengan jangkauan distribusi air yang memadai.
Dalam rilis resminya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terpadu.
Menurut Teddy, seluruh unsur pemerintah harus memastikan bantuan yang dikirim tidak berhenti pada proses pemberangkatan, tetapi benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah, kata dia, memastikan masyarakat yang terdampak bencana maupun karhutla mendapatkan dukungan secara langsung melalui pengerahan berbagai sumber daya.
“Penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu,” kata Teddy, seraya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir bersama masyarakat terdampak.
Dengan pengerahan pesawat dan peralatan tersebut, pemerintah berupaya mempercepat penanganan di dua wilayah yang membutuhkan respons segera, yakni pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT serta penguatan operasi pemadaman karhutla di Kalimantan. (*)
