Manggarai Barat, Berita86.com— Pemerintah memastikan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan pangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras yang tersedia saat ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi dalam waktu panjang.
Kepastian tersebut disampaikan Amran saat meninjau langsung penanganan warga terdampak gempa di NTT pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca Juga:Gempa Flores: BNPB Pastikan Warga Palue Dapat Bantuan, Rumah Rusak Bakal DiperbaikiPrabowo Pastikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT: 50.000 Paket Sembako Telah Dikirim
Menurut Amran, pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi pangan yang lebih cepat.
Posko penanganan bencana dapat langsung mengajukan kebutuhan beras tanpa harus menunggu proses administrasi yang berbelit.
“Kalau membutuhkan beras, langsung kirim. Tidak perlu menunggu surat,” tegas Mentan Amran.
Ia menjelaskan, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, sedangkan persediaan yang berada di wilayah NTT sekitar 39 ribu ton.
Dengan jumlah pengungsi yang diperkirakan mencapai 34.600 orang dan kebutuhan sekitar 300 ton beras setiap bulan, pemerintah menilai persediaan yang ada masih sangat mencukupi.
Amran bahkan memastikan stok tersebut mampu menopang kebutuhan pangan pengungsi hingga sekitar satu tahun.
“Stok kita sangat banyak. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kebutuhan pangan harus dipenuhi karena makan tidak bisa ditunda,” ujarnya.
200 Ton Beras Disiapkan untuk Manggarai
Baca Juga:Gempa NTT: 5.000 Lebih Warga Mengungsi, 47 Orang Meninggal DuniaGempa Terjang NTT, Pemerintah Pusat Siapkan Langkah Penanganan Darurat
Untuk memperkuat pasokan di daerah terdampak, pemerintah menyiapkan 200 ton beras khusus bagi Kabupaten Manggarai.
Secara keseluruhan, bantuan beras untuk empat kabupaten terdampak gempa di NTT mencapai sekitar 5.386 ton.
Bantuan tersebut terdiri atas bantuan untuk penanganan bencana dan bantuan pangan reguler dengan nilai sekitar Rp75,4 miliar.
Mentan Amran meminta pemerintah daerah tidak ragu menyampaikan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah bahkan membuka gudang pangan selama 24 jam agar distribusi dapat dilakukan secepat mungkin.
“Gudang kami buka 24 jam. Kalau kebutuhan belum cukup, nanti ditambah. Tidak ada alasan masyarakat kekurangan pangan,” katanya.
Seluruh beras yang disalurkan kepada masyarakat terdampak dipastikan diberikan secara gratis.
Selain beras, bantuan kemanusiaan juga mencakup minyak goreng, gula, dan mi instan.
Sebanyak 35 truk bantuan disiapkan untuk mendistribusikan logistik ke berbagai wilayah terdampak.
