Manggarai, Berita86.com — Penanganan warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan pemerintah.
Untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak, TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengoperasikan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990.
KRI dr. Soeharso tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8/2026), setelah berlayar dari Surabaya.
Baca Juga:Mentan Pastikan Stok Beras Aman untuk Korban Gempa NTT, Bantuan Disiapkan hingga Pemulihan52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla, TNI AU Kirim Tambahan Armada ke Kalimantan
Kehadiran kapal rumah sakit ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis meski sejumlah fasilitas kesehatan terdampak bencana.
Kapal sepanjang 122 meter tersebut memiliki berbagai fasilitas medis untuk menangani kebutuhan pasien, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, hingga ruang perawatan.
Untuk pelayanan rawat inap, tersedia dua ruang perawatan yang masing-masing memiliki kapasitas 20 tempat tidur.
Pengaturan pasien dilakukan berdasarkan jenis kelamin untuk mendukung kenyamanan selama menjalani perawatan.
Tak hanya berfungsi sebagai rumah sakit di tengah laut, KRI dr. Soeharso juga mempunyai geladak yang dapat digunakan sebagai landasan pendaratan helikopter.
Fasilitas tersebut memungkinkan kapal mendukung proses evakuasi maupun mobilisasi pasien dari wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dukungan medis juga diperkuat tenaga kesehatan gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan.
Baca Juga:Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Titik Karhutla dan Beri ArahanGempa Flores: BNPB Pastikan Warga Palue Dapat Bantuan, Rumah Rusak Bakal Diperbaiki
Tim medis tersebut disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.
Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan pasien dalam kondisi darurat.
Seluruh pelayanan diberikan secara gratis dengan penanganan berdasarkan tingkat kebutuhan medis pasien.
Hingga Sabtu (22/8/2026), tercatat 21 pasien telah mendapatkan pelayanan medis di KRI dr. Soeharso.
Penanganan yang dilakukan antara lain operasi patah tulang, perawatan luka robek, pelayanan rawat jalan, serta tiga pasien yang harus menjalani rawat inap.
Dilansir dari rilis resmi BNPB, kehadiran KRI dr. Soeharso di wilayah terdampak diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan medis selama proses penanganan pascagempa M7,7 di NTT berlangsung. (*)
