Sikka, Berita86.com– Pemerintah terus mempercepat penanganan dan pemulihan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 Flores.
Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan yang turut terdampak, termasuk warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto turun langsung ke Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, pada Jumat (21/8/2026).
Baca Juga:Prabowo Pastikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT: 50.000 Paket Sembako Telah DikirimGempa NTT: 5.000 Lebih Warga Mengungsi, 47 Orang Meninggal Dunia
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan bencana menjangkau wilayah di luar daratan Pulau Flores.
Pulau Palue menjadi salah satu daerah yang merasakan guncangan cukup kuat karena berada relatif dekat dengan pusat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
Meski kondisi mulai berangsur pulih, sebagian warga masih memilih tidur di tenda yang didirikan di sekitar rumah.
Mereka masih merasa khawatir untuk kembali ke dalam rumah karena gempa susulan masih dirasakan.
Situasi psikologis masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah. Terlebih, Desa Ladolaka sebelumnya sempat terisolasi setelah akses utama tertutup material longsor akibat guncangan gempa.
Kini, akses tersebut mulai kembali normal. Tiga unit ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsoran sehingga jalur yang sempat terputus dapat kembali dilalui.
Terbukanya akses ini mempermudah distribusi bantuan sekaligus mendukung aktivitas warga.
Saat bertemu masyarakat, Suharyanto mendengarkan langsung berbagai kondisi dan kebutuhan warga.
Baca Juga:Gempa Terjang NTT, Pemerintah Pusat Siapkan Langkah Penanganan DaruratPresiden Prabowo Terbang ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di 4 Provinsi
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap gempa susulan, tetapi tidak membiarkan kekhawatiran berubah menjadi kepanikan.
Berdasarkan pemantauan dan kajian BMKG, aktivitas gempa susulan menunjukkan tren menurun. Kekuatan gempa susulan juga diperkirakan tidak akan menyamai gempa utama.
Bantuan Rumah Rusak hingga Rp30 Juta
Pemerintah memastikan pemulihan rumah warga menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa.
BNPB akan memberikan bantuan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan masing-masing rumah.
Untuk rumah yang masuk kategori rusak ringan, bantuan yang diberikan mencapai Rp15 juta.
Sementara rumah dengan kategori rusak sedang mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta.
Adapun rumah yang mengalami rusak berat akan mendapatkan solusi berupa pembangunan hunian tetap.
