Bapanas: Stok Pangan Pokok Strategis Lebih dari Cukup untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026

Pangan aman
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok pangan pokok strategis secara nasional aman untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026. Foto: Kementan.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com- Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai.

Pemerintah memastikan tidak hanya komoditas beras saja yang aman, melainkan jenis pangan pokok lainnya juga mencukupi.

“Stok (cadangan beras pemerintah) banyak. Sekarang stoknya 3,4 juta ton hari ini. Kemungkinan akhir bulan (bisa) 3,8 juta ton. Bulan Maret bahkan bisa 4 juta ton. (Bantuan pangan) kita percepat. SK-nya (penugasan) sudah,” ungkap Amran Sulaiman ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:Dua Bulan Pascabencana, 5.500 Rumah dan 98 Jembatan Rampung, Presiden Prabowo Minta Update Berkala ke PublikJelang Ramadan 2026, Mentan Amran Warning Rumah Potong Hewan: Dilarang Naikkan Harga Daging

Dalam catatan Bapanas, per 11 Februari 2026, total beras yang dikelola Perum Bulog masih sangat kuat dengan berada di level 3,41 juta ton. Realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri oleh Bulog pun semakin melesat.

Per hari ini, total realisasi serapan Bulog telah mencapai 240,4 ribu ton setara beras. Ini melonjak sampai lebih dari 500 persen jika dibandingkan tingkat serapan minggu pertama Februari 2025. Saat itu angka serapan Bulog masih berada di angka 38,7 ribu ton.

Selain beras, Kepala Bapanas Amran Sulaiman meneguhkan optimismenya bahwa seluruh pangan pokok strategis statusnya lebih dari mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sampai Idul Fitri mendatang.

Ada pula beberapa komoditas pangan yang surplus yang bahkan bisa dilepas untuk ekspor.

“Jadi stok pangan menghadapi Ramadan, semua stok kita dua bulan ke depan, surplus. Lebih dari cukup. (Bahkan) ada bahan pokok kita itu yang swasembada dan ekspor,” terang Amran.

“Semua cukup mulai dari minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya. Kemudian yang impor juga cukup. Jadi 12 bahan pokok lebih dari cukup sampai Idul Fitri,” beber Amran, dilansir dari rilis resmi Kementerian Pertanian.

Dalam update terbaru Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 per Februari 2026, telah dikalkulasikan stok seluruh pangan pokok strategis masih mencatatkan level yang memadai sampai akhir Maret 2026 yang merupakan selesainya momen Ramadan dan Idul Fitri.

Baca Juga:Info Program Tiket Mudik Gratis 2026, Simak Penjelasan Lengkap Menteri PerhubunganSidak 6 TPH Ciputat Jelang Ramadan 2026, Bapanas dan Kementan Pastikan Harga Karkas Sesuai Kesepakatan

Beras diproyeksikan masih ada surplus hingga 14,83 juta ton di akhir Maret 2026. Idem pula pada jagung yang diestimasikan masih terdapat surplus hingga 4,99 juta ton di akhir Maret mendatang. Kemudian kedelai 295,1 ribu ton dan bawang merah 60,1 ribu ton.

0 Komentar