Kementan Dorong Investasi Susu di Jateng, Peluang Peternak Makin Luas

Kolaborasi
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (16/4/2026). Foto: Kementan.
0 Komentar

“Saya mendorong agar proses dapat segera dimulai, target produksi bisa tercapai paling lambat tahun 2027, dan jika memungkinkan, groundbreaking atau grand opening dapat dilakukan pada bulan Mei,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investasi yang masuk ke wilayahnya dan menekankan dampak strategis bagi daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Global Dairi Bersama dan seluruh pihak yang terlibat, atas kepercayaan memilih Kabupaten Brebes sebagai lokasi investasi,” ujar Bupati Paramitha.

Baca Juga:Harga Susu Dijaga, DPR dan Kementan Dengar Langsung Keluhan Peternak SalatigaKementan dan JICA Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Produksi Susu dan Daging Nasional

Menurut Paramitha, investasi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Investasi ini tentu menjadi peluang besar bagi masyarakat Brebes, terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan bahwa investasi ini dirancang sebagai kawasan peternakan sapi perah terintegrasi yang tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga pemberdayaan peternak dan keberlanjutan lingkungan.

“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan dukungan lahan sekitar 710 hektare dan kapasitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun,” katanya.

“Investasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah hingga dua kali lipat serta memperkuat kemitraan dengan peternak dalam ekosistem industri susu nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa aspek keberlanjutan menjadi bagian penting dalam investasi ini, termasuk pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik serta penguatan ekonomi sirkular di wilayah pedesaan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem peternakan, investasi mega farm ini tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas di sektor hulu dan hilir.

Baca Juga:Di Baturraden, Menko Pangan Dorong Penguatan Susu Nasional untuk Sukseskan Program MBGStok Beras RI Tembus Rekor 4,6 Juta Ton, DPR-Kementan Gaspol Hadapi Ancaman El Nino dan Krisis Global

Pengembangan hijauan pakan ternak hingga sekitar 2.000 hektare per tahun diproyeksikan mampu memberdayakan sekitar 5.000 petani di Brebes dan wilayah penyangga.

Selain itu, program penggemukan pejantan sapi perah sekitar 7.000 ekor per tahun turut membuka peluang kemitraan bagi sekitar 8.000 peternak di Brebes dan kabupaten sekitarnya.

0 Komentar