Jakarta, Berita86.com– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga ruang publik tetap terbuka, inklusif, dan menjadi tempat aman bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri kuliah umum bertema Jalan Buntu Reformasi di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Juli 2026.
Di hadapan akademisi, aktivis, hingga mahasiswa, Rano menekankan bahwa TIM bukan sekadar pusat seni, tetapi juga memiliki peran penting dalam merawat memori kolektif serta menjadi ruang tumbuhnya dialog publik yang sehat.
Baca Juga:Wagub Rano Karno Resmikan IPA Semanan, Warga Kini Tak Bergantung Air Tanah LagiNonton Buya Hamka III, Rano Karno Ajak Anak Muda Melek Sejarah: Pesannya Menyentuh
Menurutnya, sebagai kota metropolitan, Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang publik yang terbuka dan mendorong interaksi sosial yang demokratis.
“Jakarta harus menjadi kota yang memberi ruang bagi siapa pun untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat tanpa rasa takut. TIM, kampus, dan ruang publik lainnya harus tetap hidup sebagai tempat diskusi kritis,” ujarnya.
Tak hanya itu, Rano juga menyinggung perubahan sosial di Jakarta melalui analogi budaya populer Si Doel.
Ia menilai cerita tersebut menggambarkan realitas perjuangan masyarakat menghadapi modernisasi, mulai dari persoalan hunian hingga peluang kerja.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pembangunan harus berpihak pada kebutuhan nyata warga, seperti akses pendidikan, lapangan kerja, hingga tempat tinggal yang layak.
“Keberhasilan kebijakan bukan sekadar wacana, tetapi harus terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat, terutama dalam aspek hunian, penataan kota, dan layanan dasar,” tegasnya.
Menanggapi berbagai tantangan pembangunan yang dibahas dalam forum tersebut, Rano mengajak masyarakat untuk tetap optimistis.
Baca Juga:Langkah Berani Rano Karno: Pajak Bioskop Dipangkas 50%, Jakarta Didorong Jadi Kota SinemaWow! Satpol PP DKI Kumpulkan Uang untuk Bedah Rumah Warga, Groundbreaking Dipimpin Rano Karno
Ia pun mengutip filosofi khas Betawi tentang pentingnya mencari solusi di tengah keterbatasan.
“Kalau jalan buntu, jangan berhenti. Cari gang, cari lorong. Dari ruang-ruang kecil itulah sering lahir solusi nyata untuk kemajuan kota,” katanya, dilansir dari rilis resmi Pemprov DKI Jakarta.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk anggota DPR RI sekaligus sejarawan Bonnie Triyana, serta diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai daerah.
Diskusi berlangsung aktif dengan pertukaran gagasan terkait demokrasi, pembangunan, dan masa depan reformasi.
