Ditugaskan ke Tiongkok, Airlangga Teken WAICO, Bertemu Xi Jinping hingga Sekjen PBB

Hadir di Tiongkok
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto diapit Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo (kiri) serta Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangoen. Foto: Kemenko Perekonomian.
0 Komentar

Tiongkok, Berita86.com– Pemerintah Indonesia menunjukkan langkah besar dalam peta persaingan teknologi global.

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memimpin langsung delegasi Indonesia dalam penandatanganan pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Dalam agenda penting tersebut, Airlangga didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo serta Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangoen.

Baca Juga:Airlangga Buka Fakta Baru Skema KUR, Petani, UMKM, hingga PMI Jadi PrioritasAirlangga Ungkap Strategi Ekonomi 2027: Target Pertumbuhan 6,5% dan Penguatan Daya Tahan Nasional

Kehadiran Indonesia dalam forum ini menjadi sinyal kuat bahwa Tanah Air siap mengambil peran strategis dalam pengembangan kecerdasan buatan di tingkat global.

Penandatanganan WAICO menjadi momentum bersejarah karena menandai lahirnya organisasi internasional independen yang fokus pada kerja sama kecerdasan artifisial di sektor sipil.

Organisasi ini dirancang sebagai platform kolaboratif untuk merumuskan tata kelola, standar etika, serta pengembangan teknologi AI yang inklusif dan tidak diskriminatif.

Sebelum penandatanganan berlangsung, delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan penting dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

Dalam rilis resminya yang dikutip pada Jumat, 17 Juli 2026, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertemuan tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan diplomasi teknologi global.

Keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu penandatangan awal WAICO menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga pemain utama dalam ekonomi digital dunia.

Langkah ini sekaligus membuka peluang besar bagi Indonesia untuk terlibat dalam penentuan arah kebijakan global terkait AI.

Baca Juga:Harga Pertalite dan Solar Tak Naik hingga Akhir 2026, Tapi Tiket Pesawat Naik, Ini Penjelasan AirlanggaMenko Airlangga: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global, Investasi Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

Selain agenda WAICO, kunjungan ke Tiongkok juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama strategis, termasuk mendorong investasi dan mempercepat transfer teknologi di bidang kecerdasan buatan, telekomunikasi, hingga robotika.

Pemerintah menilai AI bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan alat strategis yang mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. (*)

0 Komentar