Makassar, Berita86.com – Pemerintah terus mempercepat kemandirian bibit unggas lokal melalui pengembangan Ayam Lokal Pedaging Unggul (ALOPE) UNHAS-1.
Program ini digarap bersama antara Kementerian Pertanian dan Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.
Upaya ini ditegaskan dalam forum diskusi (FGD) yang digelar di Makassar, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga peternak.
Baca Juga:Program Bedah Rumah Dipercepat, 400 Ribu Hunian Jadi Target 2026Ini Catatan Penting DPR soal MBG, dari Target hingga Tata Kelola Disorot
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem unggas lokal yang kuat, terintegrasi dan berkelanjutan.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan Hary Suhada menekankan bahwa ayam lokal memiliki peran penting, tidak hanya sebagai sumber protein hewani, tetapi juga sebagai penjaga plasma nutfah ternak Indonesia.
Berdasarkan data 2025, populasi ayam lokal mencapai 171 juta ekor dengan kontribusi produksi daging sekitar 4,69 persen dari total nasional.
Sementara itu, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menyebut ALOPE UNHAS-1 sebagai inovasi hasil riset anak bangsa yang berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan peternak.
Ia menegaskan komitmen kampus untuk terus mengembangkan teknologi unggas lokal melalui sinergi dengan pemerintah dan dunia usaha.
ALOPE UNHAS-1 sendiri telah resmi dilepas sebagai galur unggul nasional dan mampu mencapai bobot sekitar 1 kilogram hanya dalam 60 hari.
Ke depan, pengembangannya diarahkan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan tanpa mengorbankan kualitas dan kesehatan ternak.
Baca Juga:Ini Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026: Persib vs Arema Jadi Laga PembukaProyek Raksasa LNG Masela Rp300 Triliun Diresmikan Prabowo Setelah 28 Tahun Menunggu
Kementerian Pertanian (Kementan) pun mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, pakan, layanan kesehatan, hingga pemasaran.
Sulawesi Selatan disiapkan sebagai wilayah percontohan sebelum model ini diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Dengan strategi tersebut, ALOPE UNHAS-1 diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan produksi ayam lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi peternak di seluruh Indonesia. (*)
