Dolar Menguat Tak Goyahkan Desa! Mentan Amran Ungkap Pertanian Jadi Tameng Ekonomi RI

Beras aman
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Foto: Kementan.
0 Komentar

Dari total 11 komoditas pangan strategis, sebanyak 8 di antaranya telah mencapai swasembada atau tidak lagi bergantung pada impor rutin.

Beberapa bahkan mulai memasuki pasar ekspor, termasuk beras, jagung, cabai, bawang merah, serta produk peternakan seperti daging dan telur ayam.

Meski demikian, pemerintah tetap mendorong percepatan swasembada pada komoditas yang masih bergantung impor seperti kedelai dan bawang putih.

Baca Juga:Terima Laporan Mahasiswa, Mentan Amran Seketika Telepon dan Tindak Lanjuti Dugaan PelanggaranMentan Amran Sabet Most Popular Leader 2026, Strategi Jaga Pangan di Tengah Krisis Global Jadi Sorotan

Upaya yang dilakukan antara lain perluasan lahan tanam, penguatan benih lokal, hingga kemitraan dengan pelaku industri.

Selain fokus pada produksi, pemerintah juga memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

Berbagai komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, hingga sawit didorong untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi sebelum diekspor.

Sebagai contoh, nilai ekspor kelapa yang saat ini berada di kisaran Rp20–26 triliun berpotensi meningkat signifikan hingga sekitar Rp60 triliun jika diolah menjadi produk turunan seperti minyak kelapa murni, santan industri, hingga produk olahan lainnya.

Keberhasilan hilirisasi juga terlihat pada sektor sawit, di mana sebagian besar ekspor kini berupa produk turunan seperti biodiesel, oleokimia, dan minyak goreng.

Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Amran menegaskan, Indonesia saat ini tidak hanya memperkuat ketahanan menghadapi tekanan global, tetapi juga sedang membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis desa, pertanian, energi, dan industri hilir.

Menurutnya, ketika desa mampu memenuhi kebutuhan dasarnya dan hasil produksi diolah di dalam negeri, maka penguatan dolar justru bisa menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat ekonomi nasional. (*)

0 Komentar