“Kita harus berani menghadapi setiap masalah, berani mengolah dan mengelola kekayaan milik bangsa sendiri. Seluruh sumber daya alam yang kita miliki harus benar-benar dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah akan terus berpihak kepada rakyat, khususnya kelompok-kelompok strategis yang berperan penting dalam pembangunan nasional.
“Kita ingin kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Kepada para guru yang mendidik masa depan bangsa, para petani dan nelayan yang menjaga ketahanan pangan, serta para pekerja yang menjadi tulang punggung pembangunan,” ucapnya.
Baca Juga:Tak Main-main! Prabowo Perkuat TNI dengan Rafale dan Senjata Canggih EropaIndonesia Makin Diperhitungkan, Prabowo Ungkap Peran Besar Mentan di Balik Kekuatan Pangan Nasional
Dalam upaya memperkuat perekonomian nasional, pemerintah akan terus mendorong sejumlah program prioritas, mulai dari hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan dan energi, hingga penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pembangunan.
“Pemerintah akan terus memperkuat hilirisasi industri nasional, memperkuat ketahanan pangan dan energi, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan memastikan pembangunan berjalan merata di seluruh Indonesia,” jelas Presiden.
Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan negara dalam kehidupan masyarakat, demi terciptanya kehidupan yang rukun, damai, dan sejahtera.
“Kita menginginkan seluruh rakyat hidup dengan rukun, dengan damai, dan berkecukupan pangan, sandang, serta papan. Negara harus hadir dan bekerja untuk itu,” tegasnya.
Ia pun optimistis Indonesia mampu menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri melalui persatuan dan kerja keras seluruh elemen bangsa.
“Saya percaya, dengan persatuan, keberanian, dan kerja keras, Indonesia akan menjadi bangsa yang berdaulat dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” pungkas Presiden. (*)
