Jakarta, Berita86.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81, Senin, 1 Juni 2026.
Kepala Negara menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa, termasuk dalam transformasi ekonomi nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan panjang sejarah, budaya, serta cita-cita bangsa Indonesia.
Baca Juga:Prabowo Pulang dari Paris Bawa Investasi Rp50 Triliun dan Kesepakatan StrategisDisambut Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Aliansi Strategis RI–Prancis di Tengah Ketidakpastian Global
Ia menyebut Pancasila sebagai konsensus agung yang mempersatukan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya.
“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi pedoman dalam mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara,” ujar Presiden.
Sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo menegaskan bahwa salah satu tugas utamanya adalah melakukan transformasi besar, terutama dalam bidang ekonomi nasional.
Ia ingin memastikan sistem ekonomi Indonesia benar-benar berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang religius, menjunjung nilai kemanusiaan, serta memperkuat persatuan nasional.
Selain itu, pengelolaan kekayaan alam harus dilakukan secara bertanggung jawab demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Kekayaan alam adalah amanah Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita kelola untuk rakyat, untuk anak cucu kita, dan generasi mendatang,” tegasnya.
Presiden juga menyoroti pentingnya keadilan sosial dalam pembangunan ekonomi. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak, melainkan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga:Seskab Teddy Terima Gus Ipul, Ini Rencana Besar Sekolah Gratis untuk Ribuan AnakPrabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN Masa Depan: Program Rahasia 9 Bulan Jadi Kunci
“Pertumbuhan harus disertai pemerataan. Kemajuan harus dirasakan semua rakyat,” lanjutnya.
Namun demikian, Prabowo mengakui bahwa upaya transformasi besar tersebut tidak akan berjalan mudah.
Ia memperingatkan adanya tantangan, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang masih terlibat dalam praktik korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal lainnya.
“Kita akan menghadapi tantangan dan rintangan, bahkan perlawanan dari kelompok yang tidak cinta tanah air,” ujarnya.
Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.
Ia optimistis bahwa dengan menjalankan Pancasila secara konsisten, Indonesia akan menjadi negara maju, makmur, dan dihormati dunia.
