Denpasar, Berita86.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan kesejahteraan petani dan peternak semakin meningkat.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan bantuan sarana produksi, jaminan harga hasil panen, hingga peningkatan pendampingan di lapangan.
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian harus berdampak langsung pada kualitas hidup para pelaku usaha tani di seluruh Indonesia.
Baca Juga:Wamentan Sudaryono Buka Suara soal Harga Ayam dan Telur, Ini Kebijakan BarunyaRevolusi Susu Digaungkan, Wamentan: Kunci Anak Indonesia Lebih Pintar dan Kuat
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali di Denpasar, Jumat (10/7/2026).
Ia menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada petani maupun peternak yang hidup dalam kesulitan.
Menurutnya, hasil panen dan ternak harus memberikan nilai ekonomi yang layak dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka.
Pemerintah, lanjutnya, telah mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga komoditas peternakan, terutama telur dan ayam hidup yang sempat mengalami penurunan akibat perubahan permintaan pasar.
Langkah ini penting agar usaha peternakan tetap berjalan dan menguntungkan.
Sudaryono juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.
Ia mengajak seluruh pelaku pertanian di Bali untuk berperan aktif meningkatkan produksi, sejalan dengan arah kebijakan tersebut.
Baca Juga:Wamentan Sudaryono Beber Sinyal Keras dari Prabowo: Bersih atau TersingkirPrabowo Rombak Pimpinan BGN, Wamentan Sudaryono: Ini Kunci Selamatkan Generasi Bangsa
Kementerian Pertanian (Kementan), kata dia, telah menyiapkan berbagai dukungan konkret, mulai dari bantuan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga program perluasan lahan sawah.
Petani dapat mengakses bantuan tersebut melalui pemerintah daerah, penyuluh, maupun organisasi pertanian.
Selain itu, pemerintah juga akan menindaklanjuti usulan penambahan kuota pupuk organik cair dari Pemerintah Provinsi Bali.
Hal ini sejalan dengan konsep pertanian ramah lingkungan yang menjadi ciri khas daerah pariwisata tersebut.
Sudaryono memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memetakan kebutuhan pupuk organik agar distribusinya tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, ia juga meluruskan isu yang berkembang terkait program pengembangan sawah di Papua.
Menurutnya, program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif, bukan seperti persepsi negatif yang beredar.
