Wamentan Sudaryono Buka Suara soal Harga Ayam dan Telur, Ini Kebijakan Barunya

Ambil langkah
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Foto: Kementan.
0 Komentar

Di sisi lain, pemerintah melihat peluang besar dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menjadi sumber permintaan baru bagi komoditas ayam dan telur.

Program ini diyakini mampu meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak sekaligus membuka peluang usaha baru.

Ke depan, peternak juga didorong menyesuaikan pola produksi dengan kalender sekolah guna menjaga stabilitas pasar, termasuk saat periode libur panjang.

Baca Juga:Dari Cirebon, Kementan Gaspol Pulihkan Harga Ayam Hidup yang AnjlokPrabowo Rombak Pimpinan BGN, Wamentan Sudaryono: Ini Kunci Selamatkan Generasi Bangsa

Wamentan Sudaryono menambahkan, Indonesia saat ini tidak hanya mencapai swasembada, tetapi juga mengalami surplus produksi ayam dan telur. Hal ini membuka peluang besar untuk ekspor ke berbagai negara.

Saat ini produk unggas Indonesia telah menembus pasar internasional di lebih dari 10 negara. Pemerintah pun terus memperluas akses ekspor, termasuk ke Arab Saudi untuk kebutuhan haji dan umrah, serta pasar China yang memiliki permintaan tinggi.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah bersama HKTI dan pelaku usaha akan rutin melakukan evaluasi untuk memastikan kebijakan berjalan optimal dan mampu merespons dinamika di sektor perunggasan.

Dengan kolaborasi semua pihak, pemerintah optimistis industri unggas nasional akan semakin kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kesejahteraan peternak dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. (*)

0 Komentar