Wamentan Sudaryono Buka Suara soal Harga Ayam dan Telur, Ini Kebijakan Barunya

Ambil langkah
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com– Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga ayam dan telur agar tetap adil bagi semua pihak.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan bahwa keseimbangan harga menjadi kunci agar peternak tidak merugi, sekaligus masyarakat tetap bisa membeli dengan harga terjangkau.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum rembuk perunggasan yang melibatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kementerian Pertanian, asosiasi peternak, serta pelaku usaha di sektor unggas, Senin, 6 Juli 2026.

Baca Juga:Dari Cirebon, Kementan Gaspol Pulihkan Harga Ayam Hidup yang AnjlokPrabowo Rombak Pimpinan BGN, Wamentan Sudaryono: Ini Kunci Selamatkan Generasi Bangsa

Menurut Sudaryono, negara tidak boleh membiarkan salah satu pihak dirugikan. Harga harus dijaga agar tidak terlalu rendah hingga merugikan peternak, namun juga tidak melambung tinggi yang membebani konsumen.

Forum tersebut digelar sebagai respons atas anjloknya harga ayam hidup dan telur di tingkat peternak dalam beberapa waktu terakhir, bahkan sempat berada di bawah biaya produksi. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Sebagai langkah konkret, disepakati penyesuaian harga di tingkat peternak yang mulai berlaku 15 Juli 2026. Harga ayam hidup (live bird) ditetapkan sebesar Rp19.500 per kilogram, sementara harga telur ayam ras dipatok Rp24.000 per kilogram.

Pemerintah bersama HKTI dan seluruh pemangku kepentingan akan mengawal implementasi harga tersebut agar berjalan efektif di lapangan.

Sudaryono menegaskan bahwa ayam dan telur termasuk komoditas pangan pokok penting, sehingga mekanisme harganya harus mencerminkan keadilan.

Ia menekankan bahwa keuntungan usaha tidak boleh diperoleh dengan mengorbankan peternak maupun daya beli masyarakat.

Selain penetapan harga, forum juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat industri perunggasan nasional.

Baca Juga:Kementan Turun Tangan: Harga Ayam Diselamatkan Lewat Penyerapan Besar-besaranAturan Menu MBG dari Prabowo: Ayam Maksimal 14 Potong, Telur Tak Boleh Dadar

Di antaranya menjaga ketersediaan bahan baku pakan, meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi, serta memperkuat perlindungan bagi peternak rakyat dari praktik usaha yang tidak sehat.

Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda menjelaskan bahwa turunnya harga dipicu oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Saat produksi melimpah sementara daya serap pasar menurun, harga pun ikut tertekan.

Pemerintah, kata Agung, terus melakukan berbagai langkah untuk menyeimbangkan suplai dan permintaan agar harga di tingkat peternak tidak jatuh di bawah biaya produksi.

0 Komentar