Tak Main-Main! Wamentan Siap Penjarakan Oknum yang Permainkan Harga Ayam dan Telur

Ambil langkah
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mulai mengambil langkah tegas untuk melindungi peternak ayam dan telur dari praktik curang di pasar.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan tidak akan ragu menindak pelaku usaha yang terbukti merugikan peternak maupun masyarakat.

Usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, Sudaryono menegaskan bahwa pengawasan kini diperketat, terutama pada rantai distribusi yang dinilai kerap menjadi celah permainan harga.

Baca Juga:Wamentan: Tak Boleh Ada Lagi Petani Hidup Susah, Harga Panen Harus MenguntungkanWamentan Sudaryono Buka Suara soal Harga Ayam dan Telur, Ini Kebijakan Barunya

Ia menyoroti adanya ketimpangan, di mana harga di tingkat peternak jatuh drastis, namun tidak diikuti penurunan signifikan di tingkat konsumen.

Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum akan turun langsung mengawasi, bahkan membuka kemungkinan penindakan hukum jika ditemukan pelanggaran serius.

Di sisi lain, pemerintah tengah berupaya mengembalikan harga ayam hidup dan telur ke level yang lebih wajar.

Targetnya, peternak bisa kembali memperoleh margin keuntungan yang sehat tanpa memberatkan masyarakat sebagai konsumen.

Langkah ini juga mendapat dukungan dari DPR. Anggota Komisi IV menilai kebijakan pemerintah mulai menunjukkan hasil, terutama setelah harga ayam hidup yang sempat anjlok kini mulai merangkak naik.

Pemerintah pun menargetkan harga minimal di tingkat peternak bisa bertahan di kisaran Rp19.500 per kilogram atau lebih baik.

Namun, tantangan belum sepenuhnya selesai. Kelebihan pasokan masih menjadi persoalan utama, khususnya di Pulau Jawa.

Baca Juga:Revolusi Susu Digaungkan, Wamentan: Kunci Anak Indonesia Lebih Pintar dan KuatWamentan Sudaryono Beber Sinyal Keras dari Prabowo: Bersih atau Tersingkir

Pemerintah kini fokus menyeimbangkan produksi dan distribusi agar tidak terjadi oversupply yang terus menekan harga di tingkat peternak.

Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Sudaryono menyebut kondisi ini sebenarnya menjadi tanda positif karena produksi dalam negeri melimpah. Tantangannya adalah memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.

Selain memperbaiki pasar domestik, pemerintah juga mendorong ekspor sebagai solusi jangka panjang.

Sejumlah negara seperti Tiongkok dan kawasan Timur Tengah mulai dilirik sebagai pasar potensial untuk produk unggas Indonesia.

Tak hanya itu, program Makan Bergizi Gratis juga diharapkan dapat membantu menyerap produksi dalam negeri, meski kontribusinya diperkirakan masih terbatas.

0 Komentar