“Tujuannya agar keluarga penerima manfaat bisa naik kelas dan mandiri,” katanya.
Menariknya, Sekolah Rakyat tidak memakai tes akademik dalam proses penerimaan siswa.
Pemerintah menggunakan metode pemetaan bakat berbasis DNA untuk mengenali potensi tiap anak.
Baca Juga:Update Terbaru: Ini Jumlah Sekolah Rakyat yang Sudah Beroperasi di Berbagai Daerah di IndonesiaHadir di Indramayu, Mensos Bangkitkan Optimisme Masa Depan lewat Sekolah Rakyat
Hasilnya, sebagian besar siswa unggul di bidang sains, sosial, dan bahasa.
Gus Ipul menegaskan, sekolah ini harus menjadi lingkungan yang aman dan menghargai sesama.
“Tidak boleh ada perundungan, kekerasan, atau sikap intoleran di sini,” tegasnya saat memimpin ikrar bersama seluruh warga sekolah.
Ia menutup kegiatan dengan pesan inspiratif.
“Sekolah Rakyat hadir untuk memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum tersentuh, dan membuka peluang bagi yang tidak punya kesempatan. Siapa tahu, dari tempat ini akan lahir calon pemimpin masa depan,” katanya.
Beberapa siswa pun sudah menunjukkan prestasi gemilang. Salah satunya Aprilia Miftahul Jannah, yang kini fasih berbicara Bahasa Inggris hanya dalam waktu tiga bulan belajar.
“Kamu hebat, teruslah percaya diri,” ucap Gus Ipul dengan bangga, dilansir dari laman Kementerian Sosial. (*)
