Jakarta, Berita86.com— Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Pertemuan tersebut membahas kondisi ekonomi nasional hingga strategi menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika global.
Usai rapat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen.
Baca Juga:Prabowo Gas Pol Hilirisasi! 13 Proyek Raksasa Rp116 Triliun Dimulai, Ini Dampaknya untuk Ekonomi RISilaturahmi Kadin dengan Dedi Mulyadi, Bahas Kolaborasi Dongkrak Ekonomi Jabar
Angka tersebut disebut menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok negara G20, melampaui sejumlah negara besar seperti China, Korea Selatan, Singapura, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.
Pemerintah juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang dinilai masih solid.
Tingkat inflasi tercatat berada di angka 2,42 persen, sementara tingkat kepercayaan konsumen dan neraca perdagangan menunjukkan tren positif yang dinilai mampu menopang daya tahan ekonomi nasional.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi pertanda bahwa perekonomian Indonesia mulai memasuki fase ekspansi yang lebih kuat.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah mulai menunjukkan dampak terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Pemerintah pun berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan melalui langkah strategis di sektor fiskal dan investasi.
Masih dilansir dari rilis resmi Setkab, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah berpotensi menguat dalam beberapa waktu ke depan.
Ia menilai posisi rupiah saat ini masih undervalued jika dibandingkan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai cukup kuat.
Baca Juga:Ekonomi Stabil, Seskab Teddy Minta Pengamat Sampaikan Pendapat Secara Konstruktif, Jangan MenyesatkanGuncang Asia! Prabowo Bawa Pulang Komitmen Rp575 Triliun, Sinyal Kuat Ekonomi RI Melonjak
Bank Indonesia juga disebut telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas kurs sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional. (*)
