Cebu, Filipina, Berita86.com— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketahanan energi sebagai isu mendesak dalam pidatonya di forum KTT Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).
Di tengah tekanan global dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks, Prabowo menilai ketahanan energi tidak lagi bisa dipandang sebagai agenda jangka panjang.
Ia menekankan perlunya langkah cepat dan kolaboratif antarnegara di kawasan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Dorong Energi Terbarukan hingga Jaringan Listrik Regional
Baca Juga:Maung Tampil di KTT ASEAN 2026, Kendaraan Buatan RI Dipakai Presiden Prabowo di FilipinaPrabowo Gas Pol Hilirisasi! 13 Proyek Raksasa Rp116 Triliun Dimulai, Ini Dampaknya untuk Ekonomi RI
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah langkah strategis yang dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan energi kawasan.
Pertama, optimalisasi sumber energi terbarukan di berbagai wilayah potensial.
Pengembangan tenaga air di Kalimantan (Borneo), proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di kawasan pesisir disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara bersama.
Kedua, Indonesia mempercepat transisi menuju energi bersih melalui pengembangan energi surya.
Pemerintah menargetkan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW), sebagai bagian dari upaya besar mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Selanjutnya, penguatan konektivitas energi juga menjadi perhatian utama. Peningkatan kapasitas jaringan listrik regional seperti Trans Borneo Power Grid dinilai penting guna menciptakan distribusi energi yang lebih efisien dan merata.
Tak hanya itu, Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara, termasuk dukungan pembiayaan, transfer teknologi, dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk mempercepat transisi energi.
Ketahanan Pangan Ikut Jadi Prioritas
Selain energi, Presiden Prabowo turut menyoroti ketahanan pangan sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat di kawasan ASEAN.
Baca Juga:Prabowo Bahas Ekonomi di Istana, Pertumbuhan RI Diklaim Lampaui AS dan ChinaAmbisi Pendidikan Prabowo: Sekolah Modern, Guru Top, dan Teknologi Canggih
Ia menilai stabilitas pangan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga ketersediaan energi.
Masih dari Cebu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi semata.
Lebih dari itu, keberhasilan kawasan dalam menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas sosial menjadi faktor penentu di tengah perubahan global yang terus berlangsung.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama regional yang solid agar ASEAN mampu bertahan dan berkembang di era penuh ketidakpastian. (*)
