PMI mengerahkan 64 personel dengan dukungan armada berupa tiga unit ambulans, dua mobil pikap, dan lima sepeda motor, serta menyiagakan posko dan ambulans selama 24 jam.
Adapun bantuan pelayanan yang telah disalurkan meliputi 173 paket family kit dan hygiene kit, perlengkapan bayi, makanan siap saji, perlengkapan dapur dan sekolah, air bersih, terpal dan tikar, 31 kantong jenazah, 121 paket layanan kesehatan, obat-obatan, 201 liter desinfektan, serta 28 unit perkakas.
Agita juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
Baca Juga:Tim DVI Identifikasi 57 Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian Enam Orang Hilang Terus DiperluasKorpasgat Aktif Terlibat Operasi SAR Longsor Bandung Barat: Fokus ke Titik Diduga Korban Tertimbun
“Saya mengucapkan terima kasih kepada aparat pemerintah, relawan, tenaga medis, dan masyarakat yang saling bahu-membahu. Inilah wujud nyata semangat gotong royong bangsa Indonesia,” katanya.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyampaikan bahwa bencana longsor tersebut terjadi secara tiba-tiba.
Hal senada diungkapkan Suheri dari BPBD yang menyebut longsor berasal dari puncak gunung, diawali suara gemuruh keras, dengan perkiraan luas lahan terdampak mencapai 20 hektare.
Di akhir kunjungannya, Agita menegaskan bahwa bencana alam seperti longsor harus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ia mendorong penguatan upaya mitigasi bencana melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar risiko bencana di masa depan dapat diminimalkan. (*)
