Jakarta, Berita86.com- Pemerintah terus mendorong pemerataan pasokan protein hewani dengan membangun ekosistem hilirisasi ayam yang terintegrasi di berbagai daerah.
Langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas bagi peternak lokal.
Pengembangan tahap awal difokuskan di Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui kolaborasi antara BUMN pangan ID FOOD dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia, Jumat, 10 April 2026.
Baca Juga:Di Depan Pengusaha Bugis Makassar, Amran Beberkan Peluang Triliunan dari HilirisasiPeternakan Jadi Kunci Kemandirian Pangan, Kementan Perkuat Hilirisasi dan Kesehatan Hewan
Kerja sama ini dirancang untuk menjawab lonjakan kebutuhan daging ayam dan telur, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama ini, produksi ayam nasional masih terpusat di Pulau Jawa. Kondisi tersebut berisiko memicu ketimpangan pasokan dan fluktuasi harga di luar Jawa jika tidak segera diatasi dengan strategi yang menyeluruh.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa pembangunan dilakukan dari hulu hingga hilir agar sistem lebih efisien dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa yang dibangun bukan sekadar produksi, tetapi juga ekosistem yang mampu menjamin penyerapan hasil dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam penandatanganan kerja sama offtake antara ID FOOD dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia di Jakarta, ia menegaskan bahwa program ini harus segera diwujudkan dalam aksi nyata, bukan berhenti pada kesepakatan di atas kertas.
Keterlibatan peternak menjadi bagian penting dalam skema ini. Melalui pola kemitraan, peternak tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga mendapatkan kepastian pasar serta dukungan dalam proses produksi.
Peran BUMN difokuskan pada sektor hulu seperti penyediaan bibit dan pakan, sementara proses budidaya hingga pengolahan dijalankan bersama mitra dan peternak daerah.
Baca Juga:Tahap Pertama Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Kaltim Ikut Ambil BagianDimulai dari Malang: Groundbreaking Hilirisasi Ayam di 6 Titik, Perkuat Pasokan Protein Nasional
Kolaborasi yang berjalan paralel dan terkoordinasi disebut menjadi kunci keberhasilan program ini.
Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, memastikan bahwa hasil produksi peternak akan terserap, khususnya untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
Dengan jaminan tersebut, harga diharapkan tetap stabil dan peternak memiliki kepastian usaha.
Ia menambahkan, skema offtake menjadi fondasi penting agar investasi di sektor produksi dapat berjalan lancar dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional.
