JAKARTA, Berita86.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers APBD Triwulan I 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, kinerja awal tahun ini menunjukkan fondasi ekonomi Jakarta tetap solid.
Baca Juga:Warga Jakarta Diuntungkan, Pramono Siapkan Regulasi Baru untuk Air Bersih Murah dan MerataPuluhan Siswa Keracunan MBG, BGN Minta Maaf, Dapur di Pondok Kelapa Jakarta Timur Disetop
Dari total APBD sebesar Rp81,32 triliun, realisasi hingga akhir Maret mencakup pendapatan Rp9,57 triliun dan belanja Rp10,38 triliun.
Sementara itu, pembiayaan daerah juga berjalan cukup optimal dengan capaian penerimaan Rp5,82 triliun.
Tak hanya itu, hampir 95 ribu paket pengadaan telah rampung. Pemerintah daerah kini mendorong percepatan penyelesaian sisa paket agar dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat luas.
Dari sisi makro, pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025 mencapai 5,21 persen—melampaui rata-rata nasional.
Optimisme warga pun tercermin dari indeks keyakinan konsumen yang menyentuh angka 145,5 pada Maret 2026.
Daya beli masyarakat juga tetap terjaga. Penjualan riil tumbuh hampir 5 persen secara tahunan pada Februari 2026.
Di sisi lain, tren penggunaan transportasi publik terus meningkat, dengan total penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 112 juta orang sepanjang triwulan pertama.
Baca Juga:WFH ASN Jakarta Tiap Jumat Mulai April 2026, Strategi Baru Tekan Mobilitas dan Hemat EnergiFantastis! Transaksi JFW 2026 Tembus Rp67,5 Triliun, Pramono: Ekonomi Jakarta Solid
Gubernur Pramono menegaskan, momentum positif ini akan diperkuat melalui kebijakan fiskal yang adaptif, termasuk kemungkinan relaksasi pajak untuk menghadapi tekanan global.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Jakarta tercatat 3,37 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional.
Kondisi sosial juga menunjukkan perbaikan, dengan jumlah penduduk miskin turun menjadi sekitar 439 ribu orang dan ketimpangan yang semakin mengecil.
Pasar tenaga kerja pun mengalami peningkatan. Tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 65,47 persen, dengan total penduduk bekerja mencapai 5,18 juta orang.
Sementara itu, Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengungkapkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah menyentuh Rp8,74 triliun atau lebih dari 15 persen target tahunan.
Mayoritas kontribusi berasal dari pajak dan retribusi daerah. Kinerja pajak bahkan melampaui target triwulan, mencapai lebih dari 101 persen.
Selain itu, Pemprov juga memberikan insentif pajak senilai Rp864 miliar untuk mendukung dunia usaha dan menjaga pertumbuhan ekonomi.
