JAKARTA, Berita86.com– Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pertambangan di kawasan hutan.
Instruksi untuk segera mengeksekusi hasil penataan izin usaha pertambangan (IUP) disampaikan setelah menerima laporan langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Usai pertemuan, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah telah merampungkan evaluasi terhadap sejumlah IUP yang tersebar di berbagai kategori kawasan, mulai dari hutan lindung, hutan konservasi, hingga wilayah cagar alam.
Baca Juga:Prabowo Pulang dari Rusia–Prancis Bawa Oleh-Oleh Besar, Energi RI Dipastikan Aman!Hasil Pertemuan Prabowo dan Putin di Kremlin: Energi hingga Jalan Indonesia Masuk BRICS
Dari hasil penilaian tersebut, ditemukan sejumlah izin yang akan segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret dalam waktu dekat.
Menurut Bahlil, arahan Presiden jelas: proses penertiban tidak boleh berlarut-larut dan harus segera dieksekusi demi memastikan tata kelola sumber daya alam berjalan sesuai aturan.
Tak hanya membahas penataan tambang, pertemuan tersebut juga menyinggung kelanjutan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.
Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Rusia, khususnya dalam sektor energi jangka panjang.
Kerja sama itu mencakup potensi pasokan energi hingga investasi strategis dalam pembangunan infrastruktur energi nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global. (*)
