Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Rekor Baru yang Bikin Indonesia Makin Percaya Diri

Beras aman
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Foto: Kementan.
0 Komentar

Karawang, Berita86.com- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan capaian luar biasa dalam cadangan beras nasional.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, stok beras Indonesia menembus angka 5.000.198 ton pada 23 April 2026—sebuah rekor tertinggi, khususnya untuk periode bulan April.

Dalam kunjungannya ke gudang beras di Karawang, Amran menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting hasil kerja bersama berbagai elemen bangsa.

Baca Juga:Sidak Prabowo di Gudang Bulog Magelang, Fakta Stok Beras Bikin TenangHadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Keberhasilan Swasembada Beras

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya kerja satu institusi, melainkan kolaborasi luas yang melibatkan banyak pihak.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga penegak hukum, hingga masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia juga membuka ruang bagi kritik yang membangun demi perbaikan berkelanjutan di sektor pertanian.

Di sisi lain, peningkatan stok beras ini turut didukung oleh ekspansi besar dalam kapasitas penyimpanan.

Di Karawang saja, gudang berkapasitas lebih dari 100 ribu ton hampir terisi penuh, sementara secara nasional kapasitas gudang—baik milik pemerintah maupun sewa—terus diperluas hingga jutaan ton.

Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sekaligus memastikan hasil panen petani terserap maksimal.

Pemerintah pun menyiapkan tambahan kapasitas yang diproyeksikan mampu menampung hingga sekitar 6 juta ton ke depan.

Baca Juga:Mentan Amran Sabet Most Popular Leader 2026, Strategi Jaga Pangan di Tengah Krisis Global Jadi SorotanMentan Amran Tantang IPB: Jangan Jual Mitos, Jual Ide! Riset Harus Jadi Bisnis Nyata

Transparansi juga menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan bahwa seluruh stok dapat diverifikasi secara terbuka oleh publik, sebagai bentuk akuntabilitas atas nilai cadangan beras yang mencapai puluhan triliun rupiah.

Menariknya, capaian ini juga menandai perubahan besar posisi Indonesia di kancah global.

Setelah sempat melakukan impor besar pada periode sebelumnya, kini Indonesia justru berada dalam posisi kuat dengan cadangan beras melimpah dan tanpa impor dalam dua tahun terakhir.

Dengan kondisi ini, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan dunia.

Dilansir dari rilis resmi Kementan, disebutkan bahwa capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa ketahanan pangan nasional semakin kokoh—dan Indonesia kian percaya diri menghadapi tantangan global. (*)

0 Komentar