Jakarta, Berita86.com- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin, 8 Juni 2026, di Istana Negara.
Pergantian ini menandai babak baru penguatan program strategis nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Dalam pelantikan tersebut, Presiden menunjuk tiga nama untuk mengisi posisi strategis di Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga:Program MBG Dievaluasi, Ada Perubahan Penting dari BGN Era NanikAturan Menu MBG dari Prabowo: Ayam Maksimal 14 Potong, Telur Tak Boleh Dadar
Mereka adalah Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala.
Penunjukan ini diharapkan membawa energi baru dalam memperkuat kinerja lembaga, terutama dalam memastikan efektivitas program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Memasuki kepemimpinan baru, Badan Gizi Nasional menegaskan komitmennya untuk bekerja lebih taktis dan tegas.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan pengawasan mutu serta memastikan ketepatan distribusi program Makan Bergizi Gratis di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini dinilai krusial agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memiliki kualitas terbaik bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Dengan kepemimpinan baru ini, pemerintah berharap upaya pemenuhan gizi nasional semakin optimal.
Kolaborasi seluruh pihak juga menjadi kunci dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul di masa depan.
Baca Juga:Jaga Harga Telur di Tingkat Peternak, Kementan Dorong Daerah dan MBG Perkuat PenyerapanEks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Bersama Lodewyk dan Sony Sonjaya
Sebelumnya, petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami perubahan setelah Dadan Hindayana dkk dicopot dan kini dijebloskan ke penjara atas dugaan korupsi tata kelola MBG.
Presiden Prabowo Subianto kemudian menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
Pada Kamis, 4 Juni 2026, Nanik Sudaryati Deyang menggelar jumpa pers di kantor BGN, di mana ia memastikan akan mulai merombak strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memastikan manfaatnya lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Nanik menegaskan bahwa langkah pembenahan difokuskan pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta penajaman penerima manfaat.
“Program ini harus benar-benar dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan. Karena itu, kami melakukan penataan agar pelaksanaannya lebih efektif dan berkualitas,” ujar Nanik.
Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah menghentikan sementara pembangunan dapur baru.
