Jakarta, Berita86.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menghidupkan kembali Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026).
Kehadiran lokasi baru ini menjadi opsi tambahan bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menikmati ruang publik yang lebih sehat di tengah kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut antusiasme warga terhadap HBKB di kawasan Kuningan sangat tinggi.
Baca Juga:Teknologi Ini Ubah Sampah Pasar Jadi Pupuk Hanya 2 Jam, Gubernur Pramono: 80 Kali Lebih CepatHadiri 219 Tahun KAJ, Pramono Serukan Aksi Nyata: Dari Toleransi hingga Darurat Sampah Jakarta
Berdasarkan interaksinya dengan masyarakat, hampir seluruh warga yang ditemui berharap kegiatan ini terus berlanjut secara rutin.
“Sekitar 95 sampai 96 persen warga yang saya temui ingin Car Free Day di sini terus ada,” ujar Pramono usai berkeliling dan menyapa masyarakat.
Menurutnya, kawasan Rasuna Said memiliki keunggulan dari sisi akses transportasi, lingkungan yang nyaman, serta letaknya yang strategis.
Hal ini membuatnya optimistis lokasi tersebut dapat berkembang menjadi pusat aktivitas baru warga Jakarta.
Selama ini, aktivitas Car Free Day lebih terpusat di Sudirman–Thamrin. Kini, kehadiran HBKB Rasuna Said diharapkan bisa menjadi alternatif yang tak kalah menarik, baik untuk olahraga seperti jalan santai, lari, hingga bersepeda, maupun sebagai ruang interaksi sosial.
Pelaksanaan HBKB berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas melalui sejumlah rute alternatif, area parkir khusus, serta integrasi transportasi umum seperti Transjakarta dan LRT.
Selain fokus pada gaya hidup sehat, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan. Pemprov DKI mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Baca Juga:Ranperda RPIP Disahkan, Gubernur Pramono Ungkap Arah Baru Industri Jakarta hingga 2046Rahasia Jakarta Tembus Top 50 Kota Dunia 2030, Misi Pramono ke 3 Negara Ini Jadi Kunci
Berbagai fasilitas pendukung disiapkan, mulai dari tempat sampah terpilah, armada pengangkut sampah, hingga kegiatan edukatif yang melibatkan komunitas dan pegiat lingkungan.
Pramono menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran individu, bukan sekadar mengikuti aturan. Ia berharap kebiasaan memilah sampah bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Pilah Sampah DKI Jakarta, Cinta Laura, turut mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan.
Ia menekankan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa kesadaran dan tindakan nyata dari setiap individu.
