Jakarta, Berita86.com– Badan Gizi Nasional (BGN) kini di bawah kepemimpinan baru setelah Dadan Hindayana dkk dicopot dan kini dijebloskan ke penjara.
BGN kini dipimpin oleh Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Kamis, 4 Juni 2026, Nanik Sudaryati Deyang menggelar jumpa pers di kantor BGN, di mana ia memastikan akan mulai merombak strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memastikan manfaatnya lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:Wamentan Sudaryono Beber Sinyal Keras dari Prabowo: Bersih atau TersingkirEks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Bersama Lodewyk dan Sony Sonjaya
Nanik menegaskan bahwa langkah pembenahan difokuskan pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta penajaman penerima manfaat.
“Program ini harus benar-benar dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan. Karena itu, kami melakukan penataan agar pelaksanaannya lebih efektif dan berkualitas,” ujar Nanik.
Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah menghentikan sementara pembangunan dapur baru.
BGN memilih mengoptimalkan dapur yang sudah ada agar bisa beroperasi maksimal, sekaligus menata ulang distribusi layanan yang dinilai belum merata.
Selain itu, penerima manfaat juga difokuskan ulang agar intervensi gizi lebih terarah, terutama kepada kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—yang dinilai krusial dalam upaya pencegahan stunting
BGN juga menyoroti masih tingginya konsentrasi layanan di wilayah perkotaan, sementara daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih membutuhkan perhatian lebih.
Untuk itu, strategi baru disiapkan dengan pendekatan yang lebih fleksibel, termasuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada seperti kantin sekolah, dapur komunitas, hingga dapur umum.
Baca Juga:Aturan Menu MBG dari Prabowo: Ayam Maksimal 14 Potong, Telur Tak Boleh DadarPimpinan BGN Diganti, Prabowo Ingin Program Makan Gratis Lebih Tepat Sasaran
Di sisi lain, kualitas layanan tetap menjadi fokus utama. BGN memperketat standar operasional dapur melalui pembinaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengawasan keamanan pangan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan bahwa pembenahan juga dilakukan dari sisi sistem.
Integrasi data, validasi informasi, hingga penguatan pengendalian internal menjadi prioritas untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Kami ingin setiap kebijakan berbasis data yang valid dan sistem yang kuat, sehingga program ini bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
