BANDUNG, Berita86.com- Tuduhan rasisme dialamatkan kepada kapten Persib, Marc Klok.
Tuduhan itu datang dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Klub yang bermarkas di Bandar Lampung itu menyebut Marc Klok melakukan tindakan rasisme terhadap pemain mereka, Henri Doumbia.
Bhayangkara Presisi Lampung FC bahkan memosting di sosial media resmi mereka dan menimbulkan beragam komentar.
Baca Juga:Pesan Umuh Muchtar untuk Persib Bikin Tegang: Semua Laga Adalah FinalKlok Ingin Pensiun di Persib: Ini Klub Terbaik di Indonesia
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, Marc Klok secara resmi membuat pernyataan yang diunggah di akun sosial media pribadi.
Berikut bantahan lengkap yang disampaikan Marc Klok:
Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya.
Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme.
Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang.
Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan.
Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang.
Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, “Give me the ball back.”
Baca Juga:Hehanussa Bersaudara Pindah dari Persib ke Persik: Peminjaman Bersifat SementaraSaddil Ramdani Minta Maaf ke Bobotoh dan Tim Persib, Akui Emosinya Tak Terkontrol saat Lawan Persis Solo
Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata “black”.
Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya.
Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan.
