Dari Kebumen ke Dunia! Prabowo Panen Udang, Targetkan Indonesia Jadi Produsen Nomor 1 Global

Panen udang
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Foto: Setkab.
0 Komentar

Kebumen, Berita86.com- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mendorong sektor perikanan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari Kebumen, Jawa Tengah, komoditas udang disebut memiliki potensi besar untuk membawa Indonesia menjadi produsen nomor satu di dunia.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga:Prabowo Kumpulkan Tokoh Ekonomi di Istana, Bahas Stabilitas Rupiah hingga Devisa EksporPrabowo Tegaskan Kekayaan Alam untuk Rakyat, Siapkan Aturan Baru Ekspor SDA di RAPBN 2027

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga meninjau langsung proses panen hingga sortir udang vannamei di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK).

Kawasan tambak modern ini memiliki luas mencapai 100 hektare, dengan area aktif budidaya sekitar 65 hektare.

Dari setiap hektare, tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang dengan harga sekitar Rp70.000 per kilogram.

“Dari Kebumen, udang menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Selain produktivitas tinggi, kawasan ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

BUBK Kebumen menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal, sekaligus menciptakan peluang peningkatan pendapatan bagi warga sekitar.

Dengan total 206 petak kolam, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus.

Baca Juga:Prabowo Ungkap Target Ekonomi 2027: Pertumbuhan Bisa Tembus 6,5%, Ini StrateginyaTak Main-main! Prabowo Perkuat TNI dengan Rafale dan Senjata Canggih Eropa

Dalam setahun, potensi tersebut dapat menembus Rp134,4 miliar, menjadikannya salah satu pusat budidaya udang terbesar di Indonesia.

Presiden Prabowo menilai, dengan potensi yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia.

Untuk itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Produktif artinya harus menciptakan lapangan kerja, menghasilkan devisa, dan meningkatkan penghasilan rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan negara secara optimal.

Ia menegaskan bahwa kebocoran sumber daya harus dihentikan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

“Indonesia sangat kaya, tetapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Ini harus kita hentikan. Kekayaan bangsa harus dinikmati oleh seluruh rakyat, bukan hanya segelintir pihak,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Setkab.

Sebagai bagian dari strategi penguatan sektor perikanan, pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan proyek budidaya udang berskala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

0 Komentar