Jakarta, Berita86.com– Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan sejumlah tokoh ekonomi nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Agenda ini menyoroti langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang kian dinamis.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas sejumlah kebijakan kunci untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Baca Juga:Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam untuk Rakyat, Siapkan Aturan Baru Ekspor SDA di RAPBN 2027Prabowo Ungkap Target Ekonomi 2027: Pertumbuhan Bisa Tembus 6,5%, Ini Strateginya
Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi jangka panjang.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah penguatan fundamental ekonomi nasional.
Langkah ini mencakup peningkatan pengawasan perbankan, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking), serta memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi dan keuangan guna mencegah risiko sistemik.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE).
Kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan cadangan devisa nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah fluktuasi ekonomi global.
Tak hanya itu, pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam turut menjadi sorotan.
Pemerintah berupaya mengoptimalkan peran BUMN melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) agar mampu meningkatkan penerimaan negara sekaligus memastikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga:Airlangga Ungkap Strategi Ekonomi 2027: Target Pertumbuhan 6,5% dan Penguatan Daya Tahan NasionalIndonesia Makin Diperhitungkan, Prabowo Ungkap Peran Besar Mentan di Balik Kekuatan Pangan Nasional
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang.
Ia menekankan pentingnya reformasi struktural dan stabilitas sektor keuangan sebagai fondasi menghadapi ketidakpastian global.
Masih dilansir dari rilis resmi Setkab, pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting.
Di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia periode 2003–2008 Burhanuddin Abdullah, Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2005–2009 Paskah Suzetta.
Ada juga Wakil Menteri PPN/Bappenas periode 2010–2014 Lukita Dinarsyah Tuwo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. (*)
