Jakarta, Berita86.com- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong percepatan realisasi investasi besar di sektor peternakan sapi perah yang berlokasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Proyek yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama ini diproyeksikan menjadi salah satu kawasan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia.
Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan populasi ternak, tetapi juga memperkuat produksi susu segar dalam negeri sekaligus mendukung target swasembada susu nasional.
Baca Juga:Libatkan Kejaksaan, Kementan Kawal Pengadaan Bibit Sapi Perah UnggulRevolusi Susu Digaungkan, Wamentan: Kunci Anak Indonesia Lebih Pintar dan Kuat
Pemerintah menilai investasi di sektor peternakan harus memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan produksi pangan hingga penguatan ekonomi daerah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap proyek strategis tersebut.
Menurutnya, pengembangan peternakan sapi perah berskala besar ini menjadi bagian penting dalam membangun industri susu nasional yang modern, terintegrasi, dan mampu bersaing.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan realisasi investasi agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mendorong peningkatan produksi susu segar yang selama ini masih belum mencukupi kebutuhan nasional.
Kementan sendiri menempatkan peningkatan produksi susu sebagai salah satu prioritas utama.
Oleh karena itu, berbagai investasi yang masuk diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi sekaligus menciptakan ekosistem industri susu dari hulu hingga hilir.
Selain itu, pembangunan kawasan peternakan modern ini diyakini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan.
Baca Juga:Wonosobo Dibidik Jadi Sentra Susu Nasional, Peluang Investasi Peternakan Makin MenggiurkanKementan Dorong Investasi Susu di Jateng, Peluang Peternak Makin Luas
Mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga terbukanya peluang usaha baru di sektor pakan ternak, logistik, dan industri pengolahan susu.
Dilansir dari rilis resmi Kementan pada Minggu, 12 Juli 2026, proyek yang digarap PT Global Dairi Bersama ini akan berdiri di atas lahan sekitar 710 hektare.
Dalam tahap pengembangan penuh, kawasan tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 30.000 ekor sapi perah dengan potensi produksi mencapai 180.000 ton susu segar setiap tahun.
Direktur PT Global Dairi Bersama, Paulus Irwan Edy, menyampaikan bahwa proyek ini dirancang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun ekosistem industri susu yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi modern dan kemitraan dengan petani serta peternak lokal.
