Namun, pemerintah tetap berhati-hati. Ekspor hanya dilakukan jika kebutuhan dalam negeri benar-benar aman.
Jika dibandingkan dengan krisis 1997–1998, kondisi saat ini berbalik drastis.
Dulu, stok beras Indonesia bahkan tidak mencapai 1 juta ton dan sangat bergantung pada impor. Kini, produksi nasional mencapai lebih dari 34 juta ton per tahun dengan surplus signifikan.
Sebagian besar komoditas strategis bahkan diproyeksikan tidak lagi bergantung pada impor pada 2026.
Didukung Reformasi Pupuk dan Energi
Baca Juga:Kementan Bangun Lab Vaksin Modern, Langkah Besar Dongkrak Ketahanan Pangan NasionalBibit Ternak Jadi Kunci Besar, Kementan Genjot Standar Demi Kedaulatan Pangan
Penguatan sektor pangan juga didorong oleh kebijakan strategis lain. Harga pupuk subsidi berhasil ditekan, sementara program biodiesel B50 diproyeksikan menghemat devisa hingga ratusan triliun rupiah.
Langkah-langkah ini semakin memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
Di tengah ancaman krisis pangan dunia, Indonesia tidak lagi sekadar bertahan. Negara ini mulai naik kelas — dari konsumen menjadi pemain penting dalam rantai pasok pangan global.
Dengan produksi yang stabil, cadangan melimpah, dan strategi yang terukur, Indonesia kini berada di jalur untuk menjadi salah satu pemasok pangan dunia yang diperhitungkan. (*)
