Bibit Ternak Jadi Kunci Besar, Kementan Genjot Standar Demi Kedaulatan Pangan

Bibit ternak
Kementan memperkuat sektor peternakan dari hulu dengan fokus pada penyediaan bibit ternak unggulan yang sehat dan terstandarisasi. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor peternakan dari hulu dengan fokus pada penyediaan bibit ternak unggulan yang sehat dan terstandarisasi.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan produk hewani.

Upaya tersebut ditegaskan dalam forum webinar nasional bertema: Bibit Ternak Berkualitas untuk Kedaulatan Pangan Indonesia yang digelar secara daring pada Kamis (21/5/2026).

Baca Juga:Kementan Ungkap Strategi Rahasia di Forum Dunia: Kesehatan Hewan Jadi Kunci Kuatnya Ketahanan Pangan RIKementan Kawal Proyek Farm Ayam Raksasa di Malang, Targetkan Industri Unggas Lebih Kuat

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, hingga pelaku usaha guna memperkuat kolaborasi dalam penerapan standar perbibitan ternak di Indonesia.

Perwakilan Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, melalui Ketua Tim Pengawasan Mutu Ternak, Bayu Ruikana, menekankan bahwa pembangunan peternakan berkelanjutan harus dimulai dari fondasi yang kuat, yakni bibit ternak berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa kualitas genetik dan standar bibit memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta daya saing peternakan nasional.

Konsistensi dalam penerapan standar menjadi langkah strategis untuk mendorong kemajuan sektor ini.

Lebih lanjut, penerapan standardisasi tidak hanya berdampak pada kualitas ternak, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun sistem produksi peternakan yang lebih modern dan efisien.

Dari sisi standardisasi, perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Syaiful, menyampaikan bahwa standar merupakan instrumen penting dalam menjamin mutu produk serta meningkatkan kepercayaan publik.

Selain itu, standardisasi juga membantu pelaku usaha menghasilkan bibit ternak yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah.

Baca Juga:Harga Ayam Sempat Jatuh, Kini Dipatok Rp19.500 Per Kg, Pemerintah dan Peternak SepakatLampung Disiapkan Jadi Kunci Pangan Nasional, Kementan Ungkap Potensi Besarnya

Sementara itu, masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, menyoroti pentingnya implementasi standar hingga ke tingkat teknis di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan penyediaan bibit unggul tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kesiapan fasilitas, manajemen pembibitan, serta kerja sama seluruh pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, unit teknis, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar praktik perbibitan sesuai standar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kementerian Pertanian pun optimistis bahwa penguatan bibit ternak unggul dan penerapan standar secara luas akan mendorong terciptanya sektor peternakan yang lebih modern, produktif, dan kompetitif.

0 Komentar