Surabaya, Berita86.com — Upaya menjaga kesehatan hewan ternak kini semakin diperkuat.
Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membangun fasilitas laboratorium produksi vaksin baru di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma Surabaya, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu.
Pembangunan yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Sabtu (23/5/2026) ini bukan sekadar proyek infrastruktur.
Baca Juga:Gas Hilirisasi Ayam! Kementan dan Pemkot Bandar Lampung Siap Bangun RPHU Juli 2026Bibit Ternak Jadi Kunci Besar, Kementan Genjot Standar Demi Kedaulatan Pangan
Lebih dari itu, inisiatif ini menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan vaksin hewan yang mandiri, berkualitas, dan berkelanjutan di dalam negeri.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa keberadaan laboratorium ini akan memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi berbagai tantangan penyakit hewan yang terus berkembang.
“Pembangunan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan produksi vaksin dalam negeri, sekaligus memperkuat sistem kesehatan hewan nasional,” ujarnya.
Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai target, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh para pelaku sektor peternakan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, pengendalian penyakit hewan memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya sumber protein seperti susu dan telur.
Dengan hadirnya fasilitas baru yang dilengkapi standar modern, termasuk aspek biosafety dan biosecurity, BBVF Pusvetma diharapkan semakin sigap dalam merespons ancaman penyakit hewan strategis.
Hal ini sekaligus memperkuat layanan kesehatan hewan yang berdampak langsung pada produktivitas peternakan nasional.
Baca Juga:Kementan Ungkap Strategi Rahasia di Forum Dunia: Kesehatan Hewan Jadi Kunci Kuatnya Ketahanan Pangan RIKementan Kawal Proyek Farm Ayam Raksasa di Malang, Targetkan Industri Unggas Lebih Kuat
Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila, menyebut pembangunan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia menuju kemandirian vaksin veteriner.
Menurutnya, fasilitas baru tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong inovasi pengembangan vaksin dalam negeri.
Dengan begitu, Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi dinamika penyakit hewan sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan berbasis protein hewani.
Langkah ini menjadi bukti bahwa penguatan sektor hulu peternakan terus menjadi prioritas pemerintah dalam menjaga pasokan pangan nasional tetap aman dan berkualitas. (*)
