Airlangga Buka Fakta Baru Skema KUR, Petani, UMKM, hingga PMI Jadi Prioritas

KUR,
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, memimpin Rapat Komite Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6), dengan agenda utama memperkuat peran KUR sebagai penggerak ekonomi nasional.

Dalam arahannya, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan penguatan signifikan terhadap skema KUR agar semakin tepat sasaran dan berdampak langsung pada pertumbuhan usaha serta penciptaan lapangan kerja.

Fokus utama diarahkan pada sektor-sektor strategis yang dinilai memiliki efek berganda tinggi terhadap perekonomian.

Baca Juga:Airlangga Ungkap Strategi Ekonomi 2027: Target Pertumbuhan 6,5% dan Penguatan Daya Tahan NasionalAirlangga Hartarto Dampingi Presiden di KTT ASEAN, Ini Pesan Penting untuk Dunia

Salah satunya melalui KUR untuk alat dan mesin pertanian (alsintan), yang didorong menjadi motor modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pemerintah juga memperluas KUR di sektor perumahan rakyat. Skema ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan dan renovasi rumah masyarakat, sekaligus menggerakkan sektor konstruksi dan industri turunannya.

Di sisi lain, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM terus diperluas agar semakin banyak usaha kecil yang mampu berkembang, meningkatkan kapasitas produksi, dan naik kelas.

Pemerintah juga memperkuat KUR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mendukung pembiayaan penempatan tenaga kerja ke luar negeri, membuka peluang kerja yang lebih luas, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Airlangga menekankan bahwa penguatan berbagai skema KUR tersebut tidak lepas dari sinergi lintas lembaga, termasuk pemerintah, Danantara Indonesia, serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dengan BRI sebagai penyalur utama KUR nasional.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan perluasan akses pembiayaan produktif yang lebih inklusif, peningkatan kualitas penyaluran, serta penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai sektor.

“KUR bukan sekadar pembiayaan, tetapi instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat sektor prioritas, dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Airlangga.

Baca Juga:Harga Pertalite dan Solar Tak Naik hingga Akhir 2026, Tapi Tiket Pesawat Naik, Ini Penjelasan AirlanggaMenko Airlangga: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global, Investasi Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah mendorong transformasi KUR agar lebih adaptif terhadap kebutuhan ekonomi saat ini sekaligus mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. (*)

0 Komentar